Transformational Leadership

 

Oleh Jamil Azzaini, CEO Kubik Leadership

Istilah transformational leadership dipopulerkan oleh MacGregor Burns, melalui bukunya “LEADERSHIP”, New York: Harper & Row, 1978. Kepemimpinan transformasional terjadi ketika seorang (atau lebih) berhubungan dengan orang-orang lain sedemikian rupa sehingga para pemimpin dan pengikut saling mengangkat diri untuk sampai kepada tingkat-tingkat motivasi dan moralitas yang lebih tinggi (Burns, 1978, hal. 20).

Dalam kepemimpinan transformasional ada semacam kesadaran antara pemimpin dan yang dipimpin untuk sama-sama bertumbuh menjadi lebih baik. Mereka melakukan sesuatu bukan karena bayaran atau take and give, tetapi mereka sama-sama give. Untuk itulah, lawan dari transformational leadership adalah transaksional leadership. Dalam jangka panjang, transformational leadership ini akan melahirkan pemimpin-pemimpin baru yang lebih baik. Dengan kata lain: pemimpin melahirkan pemimpin.

Berusahalah untuk menjadi pemimpin yang transformational dengan melatih beberapa hal. Pertama, milikilah keberanian untuk menjadi agen perubahan. Segera tetapkan visi yang jelas dan menantang dan ajaklah tim Anda untuk mewujudkan visi tersebut. Ajak semua pihak untuk terus berubah dan berjuang mewujudkan visi yang telah Anda tetapkan. Dalam situasi seperti ini, pasti ada orang-orang yang ingin menikmati status quo, dan Anda harus berani menghadapi mereka.

Kedua, berilah tim Anda kepercayaan. Saat ini, seorang pemimpin bukan lagi menjadi raja seperti dimasa lalu. Menjadi penentu dalam banyak hal. Berikanlah kesempatan kepada tim Anda untuk berinovasi dan berimprovisasi melakukan berbagai aksi. Pemimpin transformational yang baik tidak harus tahu dan terlibat di semua kegiatan timnya. Percayalah, tim Anda tahu kemana harus melaju dan tugas Anda memotivasi dan memberi inspirasi kepada mereka untuk terus bergerak maju.

Ketiga, teruslah belajar dan tidak malu terhadap kesalahan. Kesalahan adalah sumber belajar bukan sumber saling mencaci. Tim Anda yang tidak pernah salah bukan berarti yang paling hebat, boleh jadi ia yang paling tertinggal. Bila salah, ya perbaiki, “gitu saja repot” (meminjam istilah Gus Dur).

  Ini Bukan Passion Saya

Siap menjadi pemimpin transformational? Jawabnya, wajib “siap” hehehe…. sebab apabila tidak siap, berarti itu tandanya kita siap ditinggal oleh perubahan yang kini semakin cepat. Mau?

 

Informasi training, coaching dan consulting: hubungi 021-29-400-100 atau 082-111-999-022

Subscribe Video Motivasi Jamil Azzaini di Youtube Channel Kubik Training

Keep Sharing & Inspire Your Lovable Friends