Active Listening adalah salah satu dari beberapa keterampilan dasar yang dibutuhkan seorang pemimpin sebagai coach dan konselor. Dalam Active Listening, seorang pemimpin harus benar-benar fokus pada apa yang disampaikan oleh bawahannya. Namun, ada kalanya ketika seseorang menjadi pendengar bagi orang lain, pikirannya sendiri sedang tidak berada di tempat itu. Hal ini seringkali membuat bawahan merasa bahwa tidak ada gunanya menceritakan suatu hal kepada atasan mereka. Lantas, bagaimanakah caranya agar bawahan tahu bahwa Anda sedang mendengarkan?

Untuk membuat bawahan tahu bahwa Anda sedang mendengarkan mereka, Anda dapat menunjukkannya melalui 3 hal. Yang pertama adalah dengan paraphrase konten. Sampaikan kembali inti pembicaraan yang Anda lakukan dengan bawahan menggunakan kalimat Anda sendiri. Kedua, berikan pengakuan terhadap usaha atau perubahan positif yang dilakukan oleh bawahan. Misalnya dengan mengucapkan kalimat seperti “Saya akui bahwa Anda telah bekerja keras dan mencapai hasil yang sangat baik” dan lain sebagainya. Terakhir, tunjukkan respon Anda terhadap emosi yang ditunjukkan bawahan. Contohnya seperti, “Senang melihat Anda antusias” dan lain-lain.

Yang perlu diperhatikan saat seseorang melakukan Active Listening adalah menemukan dan mencatat KATA KUNCI. Gunakan kata kunci sewaktu Anda melakukan paraphrase konten, pengakuan, refleksi emosi, dan mengajukan pertanyaan. Dalam ilmu komunikasi, yang paling berpengaruh dalam menyampaikan suatu hal diantaranya 55% melalui bahasa tubuh, 38% intonasi, dan 7% kata. Jadi, sewaktu Anda melakukan Active Listening, hendaknya sampaikan kembali apa yang diceritakan oleh bawahan dengan ekspresi yang positif, sehingga hasil yang didapatkan menjadi lebih optimal.

Pemimpin yang baik

Dalam Telkomsel Coaching Training untuk Area 3 yang diselenggarakan 16-17 Maret di kantor BRI Tower, Surabaya, peserta juga diajarkan kemampuan Active Listening. Pelatihan ini diikuti oleh 24 peserta yang berasal dari berbagai daerah, seperti Surabaya, Yogyakarta, Solo, hingga Bali dan NTB. Peserta mendapatkan insight bahwa coaching dapat dilakukan dalam situasi informal, tidak mesti dalam situasi formal, dan bisa dengan memanfaatkan media komunikasi seperti telepon, tidak mesti bertatap muka. “Pelatihan ini sangat bagus, aplikatif dan dapat diimplementasikan dalam pekerjaan maupun personal,” ujar M. Dwisakti Effendie, Manager Network Service daerah Tuban. Jika Anda berminat mengikuti pelatihan kepemimpinan dari Kubik Training, silahkan menghubungi Mona di 0816-1615316 atau telepon ke 021-29400100. Salam SuksesMulia!

  ULTRA Character Building di PT Universal Tekno Reksajaya

 

Info training: follow @kubiktraining_ dan like Kubik Training

Keep Sharing & Inspire Your Lovable Friends