Pada artikel yang lalu, telah dibahas mengenai beberapa cara untuk menerapkan prinsip-prinsip integritas, salah satunya dengan Recommending action. Rekomendasi dimulai dengan menyampaikan feedback secara benar. Namun, terkadang kita takut saat melihat orang di-feedback, tidak suka jika kita di-feedback terus, atau tidak enak hati saat kita ingin memberikan feedback.

Berbagai perasaan tersebut campur aduk karena feedback seringkali hanya merupakan opini, isinya kebanyakan negatif, bernada menghakimi dan menuduh, membuat orang yang diberi feedback menjadi malu dan merasa bersalah. Kita harus mengubah anggapan tentang feedback yang di masa lalu hanya diberikan oleh atasan / pemegang otoritas dan lebih bersifat ‘hukuman’ yang harus dilakukan.

Kini, feedback merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah profesionalisme. Setiap orang perlu secara proaktif mencari, menerima, memberikan dan memanfaatkan feedback. Yang perlu dipahami bahwa feedback tidak ada yang bersifat negatif. Hanya ada 2 jenis feedback, yaitu Positive Feedback (menyampaikan hal-hal yang efektif yang sudah dilakukan) dan Feedback for Improvement (menyampaikan hal-hal yang memerlukan perbaikan).

Seni Memberikan Feedback Dalam Pekerjaan

Materi mengenai integritas dan feedback ini juga didapatkan oleh para peserta Competency Based Development Program (Combad Pro) Integrity dari PT. Rekayasa Industri (Rekind) tanggal 27-28 November yang lalu. Latar belakang diadakannya training ini adalah dalam rangka bagian dari program pengembangan sumber daya manusia dan program penguatan value Rekind (ada enam value, salah satunya adalah Integritas).

Ketiga trainer yang tampil berhasil membawa emosi peserta. Dengan trainer Fauzi Rachmanto di hari pertama, mereka tertawa sepanjang pelatihan, selama sesi 1-3. Sementara itu di sesi  4, mereka banyak yg dibuat menangis oleh trainer Sjaiful. Di hari kedua, mereka aktif bertanya, menjawab, dan memberikan pendapat dengan bimbingan materi dari coach Ferlita Sari. Setelah training selesai, peserta kini menerapkan nilai-nilai kepatutan dan kepatuhan secara sungguh-sungguh, bertanggungjawab dan akuntabel dalam situasi dan kondisi bagaimanapun juga.

  3 Cara Efektif Tingkatkan Kinerja Tim di PT. Telkomsel

 

 

Info training: follow @kubiktraining_ dan like Kubik Training

Keep Sharing & Inspire Your Lovable Friends