Seberapa Profesional Anda?

Oleh Jamil Azzaini, CEO Kubik Leadership

Dulu saya mengira bahwa profesional itu identik dengan bayaran. Petinju amatir adalah petinju yang belum memperoleh bayaran sepadan sementara petinju profesional adalah petinju yang hidup dari bayaran sebagai petinju. Pemahaman saya tentang profesional mengalami perkembangan. Ternyata profesional itu lebih kepada empat kata kunci: tahu, mampu, mau dan menyenangi.

Apabila diibaratkan seperti orang “nyopir” (maklum lagi naik uber, hehehe). Orang yang punya mobil belum tentu mampu nyopir, meski ia tahu kopling, gas, rem, setir dan lain-lainnya. Untuk menjadi seorang profesional haruslah dimulai dari mampu nyopir. Dan ternyata mampu pun ada tahapannya.

Pertama, bisa. Orang yang bisa nyopir belum tentu bisa membawa mobil sampai tujuan tepat waktu. Boleh jadi salah jalan, nyenggol mobil lain, atau jalan sangat pelan. Maka perlu naik ke level kedua yaitu terampil. Anda sangat lincah membawa mobil, tahu kapan nyalip tahu kapan ambil jalur kanan, tahu rute tercepat dan para penumpang yang ada di mobil nyaman saat Anda nyopir.

Dan level ketiga adalah mahir. Orang yang mahir ini contohnya seperti pembalap Rio Haryanto. Nah apabila Anda ingin disebut sopir profesional kelas dunia maka Anda perlu sampai pada level ketiga. Apabila hanya sampai level bisa atau terampil ya Anda mentok hanya menjadi sopir uber, grab, gocar, taxi atau sopir pribadi. Sopir bukan menjadi profesi impian tetapi hanya sekedar pelarian atau menunggu peluang lain yang lebih baik.

Bagaimana dengan pekerjaan Anda saat ini? Sampai pada level apa Anda saat ini? Bisa? Terampil atau mahir? Bagi Anda yang menjawab mahir itu menurut siapa? Karena mahir itu adalah pengakuan orang lain bukan kita yang ngaku-ngaku mahir. Bila kita sering mengaku mahir, maka bertaubatlah.

  Melahirkan Pemimpin

Untuk menjadi mahir, maka kata kunci profesional berikutnya MAU perlu melekat pada diri Anda. Anda perlu mau berlatih, mau berkeringat, mau mengasah keahlian, mau mengerjakan pekerjaan yang menantang, mau terus belajar, mau naik kelas. Dan mau-mau lainnya demi meningkatnya kemahiran Anda.

Saya teringat pesan Steve Job “satu-satunya melahirkan mahakarya adalah dengan mencintai pekerjaan Anda.” Bagi Anda yang malas, tertekan, sering mengeluh dan memandang negatif pekerjaan Anda jangan berharap Anda menghasilkan mahakarya. Hanya orang-orang profesional yang melahirkan mahakarya. Dan ciri utama seorang profesional bukan hanya tahu dan bisa tetapi setidaknya terampil dan mahir. Faktanya, hanya mereka yang mahir dan mencintai pekerjaannyalah yang melahirkan mahakarya.

 

Informasi training, coaching dan consulting: hubungi 021-29-400-100 atau 082-111-999-022

Subscribe Video Motivasi Jamil Azzaini di Youtube Channel Kubik Training

Keep Sharing & Inspire Your Lovable Friends