Sesi Tanya Jawab

Q: Apa tantangan seorang revoleader dengan perbedaan generasi saat ini?

A: Saat ini memang perbedaan generasi sangat terasa khususnya di organisasi besar. Dalam 1 perusahaan karyawan bisa berasal dari gen Baby boomers – gen X – gen Y. Dan masing-masing punya gaya komunikasi berbeda. Tantangannya adalah pada saat menggalang dukungan, maka Revoleader harus mampu menyesuaikan dengan generasi yang menjadi audiencenya.

Q: Skills khusus apa yang harus dimiliki oleh seorang Revoleader ketika menghadapi perubahan dan bagaimana caranya?

A: Skils Coaching. Karena ini bisa digunakan untuk menggerakkan tim lintas generasi tadi. Misal GenY yang gak suka di dikte, ketika diberi pertanyaan yang powerful akan membuat mereka bertanggungjawab pada action yang mereka rumuskan sendiri.

Q: Selain memiliki gagasan, keberanian dan mendapat dukungan dari pihak-pihak terkait. Apakah langkah awal yang paling utama yang hrs dilakukan kita sebagai revoleader?

A: Langkah awal adalah mengetahui ada dimana tim yang dipimpin saat ini berada di kuadran tadi. Karena tugas pemimpin adalah melahirkan pemimpin. Sehingga kita bisa merancang supaya tim dibawah kita kelak menjadi REVOLEADER.

Q: Lingkungan organisasi seperti apa yang bisa membentuk revoleader?

A: REVOLEADER akan tumbuh subur di lingkungan yang sudah memiliki empowering culture yang baik. Penggerak tidak terpusat pada pemimpin puncak saja. Ilustrasinya seperti kereta api cepat Shinkanzen, kereta modern seperti ini akan bergerak cepat karena seluruh gerbongnya memiliki penggerak. Tidak tergantung pada 1 lokomotif di depan.

Q: Mind set kompetisi dalam bisnis itu seperti hukum rimba? maen makan-makanan.. Kalau sekarang ini disebut concept war dan masing-masing sudah terlanjur terjebak dalam rangkaian materialisme? Pemimpin ke 4 itu peran secara islamnya gimana??

  Resume Kelas Revoleader (3)

A: Rumusan REVOLEADER tidak mengacu pada ajaran agama tertentu. Namun REVOLEADER memiliki kondisi prasyarat, yang harus ada secara melekat pada diri setiap pemimpin. Salah satu fondasi tadi adalah bahwa pemimpin haruslah hidup dengan Value yang diyakininya. Sebagai orang beragama, maka value-value sesuai agama yang diyakininya harus hidup dalam dirinya. Ini harus ada sebelum kita masuk ke pemetaan 4 kuadran di atas.

Q: Untuk tipe leader no.2, bagaimana agar ide terobosan mampu dipahami  orang-orang “cara lama”?? Karena kadang si pemilik ide pun juga kurang yakin dengan situasi yang dihadapi dan solusi yang terlintas??

A: Dalam workshop REVOLEADER, kami akan mengajarkan, bagaimana cara “menggeser” posisi tim yang kita pimpin. Misal saat ini dia di kuadran 2, maka bagaimana cara dia dapat lebih efektif mendapatkan dukungan. Cara yang dilakukan adalah dengan melakukan coaching kepada anggota tim tersebut. Ada step-step coaching praktis yang bisa dilakukan. Misal dengan memetakan siapa stakeholdernya, bagaimana melakukan pendekatan untuk setiap stakeholder, dst.

Q: Bagaimana menyikapi pimpinan yang seperti petakan no 1?

A: Saya menyarankan kita fokus pada diri kita dan tim yang kita pimpin terlebih dahulu. Karena kita tidak bisa “mengontrol” atasan kita. Dari pengalaman saya, saat tim dan diri kita sudah berubah, maka pemimpin kita akan beradaptasi.

Q: Pemimpin ada yang seperti no 4, tetapi di tengah jalan dia suka berubah pikiran (tidak komitmen), menghadapinya bagaimana?

A: REVOLEADER menyajikan step coaching yang bisa dilakukan atasan untuk menjaga bawahannya (para calon pemimpin di masa depan) stay on track. Kalau tanpa program yang jelas untuk tim tadi, memang berpotensi berubah-ubah.

Q: Dari pemaparan coach saya merasa diri saya lebih ke ideoleader. Saya punya banyak ide, tapi kesulitan untuk menyampaikannya ke teman-teman setim atau di bawah saya. Padahal ide saya dianggap brilian oleh atasan saya. Kondisi saat ini di perusahaan saya padahal, kami sedang kepepet. Butuh banyak perubahan, ide baru, bisnis baru untuk survive. Bagaimana baiknya saya bisa membantu   keadaan ini jadi lebih baik?

  Resume Kelas Revoleader (2)

A: Ini pertanyaan keren. Terjadi juga di beberapa klien saya. Saran saya buat program coaching berkesinambungan oleh atasan Anda kepada Anda, dan dari Anda ke Tim. Coachingnya harus yang beneran, jangan dicampur dengan Mentoring, supaya perkembangan dari yang semula tidak dapat meyakinkan orang lain, bisa benar-benar bisa mendapat dukungan. Selain itu, dengan bersamaan seperti itu akan membantu menciptakan coaching culture.

Q: Apa yang perlu dipersiapkan sejak dini ketika kita ingin membentuk seorang revoleader?

A: 1. Mengetahui posisi Tim. 2. Memetakan kemana tim kita akan kita bentuk. 3. Gunakan program coaching berkesinambungan kepada tim kita.

Q: Apakah semua orang bisa menjadi revoleader?

A: Bisaaaa 😀

 

Bersambung ke halaman selanjutnya

Keep Sharing & Inspire Your Lovable Friends