Ditulis oleh Rendy Saputra, CEO Keke Busana

 

Tepat dua hari kemarin, Saya mengikuti KUBIK Trainer Academy. KUBIK Trainer Academy (KTA) adalah sebuah wahana pendidikan bagi Trainer KUBIK baik internal maupun Associate. Pengalaman di KeKe Group tentu sayang sekali jika tidak dibagi ke sesama, itulah yang mendorong Saya bergabung di KUBIK sebagai Trainer Associate.

Ada insight yang menarik dalam dua hari kemarin. Saya baru menyadari bagaimana seharusnya perusahaan training bergerak dan beroperasi. Awalnya Saya hanya melihat perusahaan training sebagai perusahaan yang mengelola kecanggihan trainer. Awalnya Saya berfikir bahwa perusahaan training adalah perusahaan yang “menjualkan” trainer kepada perusahaan perusahaan yang membutuhkan produk pelatihan, tetapi asumsi tersebut hancur lebur setelah Saya mengikuti proses pendidikan di KUBIK.

Saya telah mengenal KUBIK sejak awal 2012, namun baru kemarin Saya bersentuhan dengan KUBIK secara intens didalam event internal. Dan disanalah Saya mendapat jawaban dari berbagai pertanyaan Saya tentang KUBIK.

Bagaimana KUBIK mampu bertahan lama di industri edukasi ini? Karena Saya banyak melihat perusahaan-perusahaan training yang bertumpu pada sosok dan hilang ditelan zaman.

Bagaimana KUBIK mampu dibayar sangat mahal oleh beberapa kliennya? Saya sering mendapat informasi dari beberapa sahabat HR, tentang betapa mahalnya program training KUBIK.

Berikut jawaban yang akhirnya Saya temukan sendiri.

Kubik Training

1. KUBIK tidak menjual training, namun menjual solusi.

Pada sesi awal KTA, Pak Indra Nugroho sebagai salah satu founder KUBIK memberikan kami pemahaman tentang filosofi dasar KUBIK.

“Kita tidak menjual training, kita tidak menjual ilmu, kita tidak menjual waktu, yang kita transaksikan adalah solusi, kita ingin hadir membawa solusi bagi klien.”

Difikir-fikir benar juga, buku KUBIK sudah tersedia di gramedia, dan jika hanya sekedar melihat trainer on the stage, Anda bisa unduh di YouTube atau TedEx. Ternyata KUBIK lebih jauh dari hanya sekedar Trainer Show. KUBIK benar-benar berfokus pada problem yang dihadapi klien. KUBIK selalu berfikir bagaimana kehadiran KUBIK mampu memberikan manfaat pada klien.

  OM TELOLET OM

Dalam dua hari kemarin, kami Trainer Associate belajar tentang modul masterpiece KUBIK. Mengapa modulnya begini dan begitu dibahas secara seksama. Saya benar-benar takjub. Sebuah modul bukan hanya dibahas, namun juga diuji oleh para trainer yang ada.

Dan bukan hanya kami para Trainer yang belajar modul secara secata serius. Lead Facilitator juga terlibat. Didalam KUBIK Values, facilitator bukan hanya sosok yang meramaikan training, namun sahabat facilitator juga mengambil peran yang cukup besar dalam kesuksesan training. Benar-benar mengejutkan. KUBIK mencanangkan 25% waktu training ada di Facilitator, agar persentuhan individu didalam kelompok kecil menjadi sangat terasa.

Kubik Training Academy

2. Hadir secara Tim, bukan kekuatan personal.

Seperti yang Saya sampaikan diatas, KUBIK ternyata memiliki kekuatan pada Small Group approach. Pendekatan small group ini ternyata menjadi kekuatan yang Saya tidak sadari. Disinilah fungsi trainer diteruskan oleh Facilitator yang memimpin grup-grup kecil di kelas. Dan KUBIK sangatlah serius mendidik Facilitatornya.

Bukan sekedar Trainer dan Facilitator, KUBIK ternyata juga mempersiapkan tim “Pendidik” Trainer yang akan menilai trainer secara objektif dan sadis, hehehe…

KUBIK juga memiliki tim research and development yang terus menerus memperbaiki Modul. Lalu ada tim Paska Training yang memastikan sebuah training berdampak atau tidak.

Jujur, hati Saya jadi mengecil dan mendarat ke bumi. Baru kemarin Saya sadar bahwa training bukanlah urusan hebatnya trainer semata. Training bukan seperti petinju yang naik ke atas ring, namun training adalah bermain sepak bola, dimana kami hadir sebagai satu kesatuan tim.

Sebagai sisipan, mungkin per hari ini Saya hanya akan menerima undangan seminar secara personal. Untuk kebutuhan training, alangkah baiknya Anda langsung ke KUBIK saja, entah saya trainernya atau tidak, rasanya tidak menjadi masalah.

  Training Karyawan Baru, Apa Keuntungannya?

3. Keseriusan KUBIK untuk berinvestasi membangun core business.

Dua hari pelatihan kemarin sangat-sangat memberikan pemahaman yang dahsyat. Dan alhamdulillah, sebagai trainer Associate, hal tersebut adalah fasilitas dari perusahaan. Saya tidak perlu bayar. Padahal Saya adalah “anak baru” yang sedang di ospek. Hehehe..

Btw, ada dua trainer Associate yang baru melangkah bergabung, Saya dan Adriano Giovany.

Pelatihan kemarin tentu memerlukan cost. KUBIK memakai pemondokan yang layak dan baik untuk trainernya. Tak hanya trainer, Tim Facilitator, RnD, Produksi dan beberapa divisi pun terlibat dalam proses edukasi tersebut. Saya benar-benar melihat KUBIK sebagai perusahaan yang serius mendevelop layanannya.

Tak hanya event KTA dua hari yang lalu, struktur organisasi KUBIK yang lumayan gemuk juga menunjukkan keseriusan mereka dalam menghadirkan layanan. Jangan pernah berfikir sebuah training hanya urusan tukang ngomong dipanggung, tukang pegang laptop dan tukang nagih ke klien. Anda salah besar.

Pantas KUBIK bertahan dan terus bertumbuh. Pantas.

 

 

Informasi training:  hubungi Mona di 0816-1615316 atau 021-29400100

Subscribe Video Motivasi Jamil Azzaini di Youtube Channel Kubik Training

Keep Sharing & Inspire Your Lovable Friends