Puasa Mengasah Leadership

 

Kubik Leadership / Innovate For Impact

Bulan puasa telah tiba. Dalam ajaran agama Islam, berpuasa adalah menahan diri dari perkara yang membatalkan puasa (makan, minum, melakukan hubungan suami istri) dimulai sejak adzan Subuh hingga adzan Mahgrib. Sebelum adzan subuh, seorang yang hendak berpuasa wajib berniat untuk menjalankan puasa di hari itu, tanpa niat pahalanya tidak sah.

Apa pelajaran dan hikmah yang bisa kita petik dari kewajiban berpuasa bagi seorang muslim? Tentu banyak sekali. Dari perpektif leadership, menurut hemat saya ada beberapa yang bisa kita petik. Pertama, melatih komitmen. Puasa tidak sah tanpa niat. Komitmen mewujudkan apa yang kita perjuangkan ibarat niat dalam ibadah puasa. Tanpa komitmen pekerjaan menjadi berantakan, tertunda dan menimbulkan banyak kerugian.

Komitmen itu wajib dilakukan di awal kegiatan, dijaga saat pelaksanaan hingga tuntas semua kegiatan. Seorang leader yang tidak memiliki komitmen akan kehilangan respect dari banyak pihak khususnya anggota timnya. Saat kita berkomitmen mencapai target yang ditetapkan perusahaan maka buktikanlah target itu tercapai. Komitmen itu ditancapkan ke dalam hati dan dibuktikan dengan aksi.

Kedua, melatih integritas. Definisi integritas itu banyak versinya. Saya lebih senang menggunakan definisi “sibuk melakukan kebaikan dengan sama baiknya, baik ketika dalam keramaian maupun saat sendiri.” Berpuasa mengasah integritas, meskipun kita bisa mencari berbagai peluang untuk melakukan hal-hal yang membatalkan puasa, tetapi tetap kita tidak melakukannya.

Kita bisa saja masuk ke dalam kamar pribadi, kemudian menyantap makanan yang ada. Tidak ada orang yang tahu, tetapi kita tidak melakukannya karena kita sudah berniat untuk berpuasa. Orang memang tidak ada yang melihat tetapi ada Allah swt yang Maha Melihat dan Maha Tahu. Inilah pondasi integritas terkuat yang seyogyanya melekat dalam diri kita. Semua itu bisa dilatih dengan berpuasa.

  Kiat Memenangkan Kompetisi Bisnis

Ketiga, mengasah kemampuan menahan diri. Makan, minum dan berhubungan suami istri adalah kebutuhan fitrah manusia. Namun, meski halal, di siang hari (saat berpuasa) kita dilarang untuk melakukannya. Kita sedang dilatih untuk tidak serakah dan mengendalikan nafsu. Seorang pemimpin atau leader bisa terjatuh karena tidak bisa menahan godaan dunia yang menggiurkan. Berpuasa melatih kita untuk mampu menahan diri.

Dan saya yakin, masih banyak pelajaran yang bisa kita petik dari ibadah puasa. Selamat menjalankan ibadah puasa dan menggali hikmah di dalamnya.

 

Jamil Azzaini
CEO Kubik Leadership

 

Informasi training, coaching dan consulting: hubungi 021-29-400-100 atau 082-111-999-022

Subscribe Inspirasi Leadership Jamil Azzaini di Youtube Channel Kubik Leadership

Keep Sharing & Inspire Your Lovable Friends