Pilih Kaya atau Mapan?

 

Kubik Leadership / Innovate For Impact

Banyak orang bertanya kepada saya “pak, apakah karyawan bisa kaya?” Ada juga yang bertanya “pak, bagaimana caranya menjadi karyawan tetapi kekayaannya seperti pengusaha?” Apabila Anda yang ditanya, kira-kira apa jawaban Anda?

Saya termasuk orang yang jarang bicara tentang kekayaan, tetapi karena pertanyaan ini sangat sering diajukan kepada saya, maka saya akan menjelaskan menurut pendapat saya. Bagi saya, dalam urusan harta yang penting itu bukan kekayaan tetapi kemapanan.

Kekayaan itu berhubungan dengan angka-angka yang bisa diperbandingkan, sementara kemapanan berhubungan dengan rasa syukur dengan harta yang kita punya dan kita memiliki kuasa penuh untuk memanfaatkan dan mengembangkannya. Fokus kepada kekayaan, membuat kita tidak akan pernah cukup (scarcity mentality), sementara fokus kepada kemapanan membuat kita terdorong bermental berkelimpahan (abundance mentality).

Dari pengalaman dan pengamatan saya, orang dengan berpenghasilan 10 juta per bulan boleh jadi lebih mapan dibandingkan dengan mereka yang berpenghasilan 1 milyar per bulan. Sehingga saya berkesimpulan bahwa orang yang terlihat kaya belum tentu lebih mapan dibandingkan dengan orang yang tampaknya biasa saja. Bisa jadi orang yang terlihat kaya, hutang berlimpah, hati gelisah dan pelit setengah mati. Lantas pertanyaan saya, buat apa kelebihan harta yang Anda punya? Itukah tujuan tertinggi hidup Anda?

Kepada banyak karyawan, saya menyarankan pilihlah hidup yang mapan bukan hidup yang kaya. Saya sejalan dengan Mbak Lyra Puspa dalam bukunya Income Pentagon (Elex Media Komputindo, 2017). Di buku ini diungkap, bagaimana Anda tetap mapan secara finansial berapa pun tingkat penghasilan Anda. Silakan Anda beli dan baca buku ini, mencerahkan.

Saat bisnis saya bangkrut di awal tahun 2000 dan saya kehilangan banyak harta, guru kehidupan saya berkata “perbaiki mental bisnismu, bisnis bukan untuk mengejar kekayaan tetapi mewujudkan kemapanan. Apabila harta kau kejar dia akan lari, jangan sibuk ngejar harta. Untuk itu, lakukan sesuatu yang membuat hidupmu mapan, yaitu: kawinkan spiritualitasmu dengan profesionalitasmu.

  Siapkah Menghadapi VUCA?

Secara spiritual banyak-banyaklah taubat kepada Tuhanmu, perbanyak sedekah rutin, sholat dhuha, perbaiki akhlakmu dan tingkatkan terus perbuatan baikmu. Secara profesional asah keahlianmu, berikan yang terbaik di tempat kerjamu, investasikan hartamu dan perbanyak pintu yang mendatangkan harta kepadamu. Dengan ini, hidupmu mapan meski mungkin kau tidak termasuk dalam deretan 100 orang terkaya. Carilah kemapanan bukan kekayaan.”

Nah, saya sudah memilih untuk hidup mapan, bagaimana dengan Anda?

 

Jamil Azzaini
CEO Kubik Leadership

 

Informasi training, coaching dan consulting: hubungi 021-29-400-100 atau 082-111-999-022

Subscribe Inspirasi Leadership Jamil Azzaini di Youtube Channel Kubik Leadership

Keep Sharing & Inspire Your Lovable Friends