Apa yang ada di benak Anda saat mendengar kata feedback? Pastilah yang terbayang pertama kali adalah sebuah kritikan pedas entah itu dari atasan maupun orang lain yang kedudukannya lebih tinggi dari Anda. Feedback di masa lalu memang lebih bersifat “hukuman” dan satu arah, biasanya pula feedback diberikan oleh atasan atau pemegang otoritas. Namun kini, feedback merupakan sebuah proses dimana seorang penerima feedback dapat mengontrol dan pemberi feedback dapat mempengaruhi.

Seorang pemberi feedback harus bisa menjelaskan dengan spesifik, kapan perilaku itu terjadi dan mengapa perilaku itu efektif atau tidak efektif. Yang perlu diingat bahwa yang diberikan feedback adalah perilaku, bukan sifat atau karakter seseorang. Misalnya, Anda sangat pemarah dan lain sebagainya. Seorang pemberi feedback tidak boleh hanya memberikan feedback tentang perilaku yang perlu diubah atau diperbaiki, tetapi juga perilaku positif yang sudah dilakukan agar terlihat lebih berimbang. Feedback sebaiknya diberikan segera setelah kejadian berlangsung dan tidak mengulang apa yang pernah disampaikan. Saat seseorang memberikan feedback, sangat penting untuk meniatkannya sebagai bentuk perbaikan untuk kemajuan orang lain, sehingga lebih bisa berempati dan menjaga perasaannya.

Sementara itu bagi seorang penerima feedback, lihatlah feedback sebagai kesempatan belajar, terimalah dengan sikap terbuka dan dengarkan dengan penuh perhatian. Jangan bersikap reaktif dan defensif. Namun, Anda boleh bertanya sesekali untuk klarifikasi. Lebih baik yang perlu dilakukan seorang penerima feedback adalah fokus pada apa yang dapat dilakukan selanjutnya, kembangkan rencana tindak lanjut Anda dan mulai dari langkah kecil yang bisa dilakukan.

Ilmu Komunikasi dalam PekerjaanMateri tentang feedback juga didapatkan oleh peserta Training Performance Coaching untuk Telkomsel batch keempat pada 2-3 Maret 2015 yang lalu di Semarang. Training kali ini ditujukan kepada para manajer Telkomsel yang bertugas di area 3 (Jawa, Bali dan Sumbawa). Peserta banyak mengajukan pertanyaan kepada Coach Fauzi Rachmanto seputar coaching dan feedback berdasarkan pengalaman yang pernah mereka hadapi sehari-hari. Salah seorang peserta menyatakan bahwa ia kini mengerti dengan jelas perbedaan antara coaching dan counselling serta cara implementasinya di pekerjaan. Jika Anda berminat mengikuti pelatihan kepemimpinan dari Kubik Training, silahkan menghubungi Mona di 0816-1615316 atau telepon ke 021-29400100. Salam SuksesMulia!

  Training Internalisasi Nilai di PT PLN (Persero)

 

Info training: follow @kubiktraining_ dan like Kubik Training

Keep Sharing & Inspire Your Lovable Friends