Pemimpin itu Melayani

 

Halo leaders,

Ketika di bangku kuliah belajar tentang organisasi, biasanya akan digambarkan bentuk segitiga untuk menjelaskan posisi atau peranan.

Di tingkat paling atas dari segitiga adalah seorang bos atau direktur yang memberi perintah kepada level di bawahnya yang biasanya disebut manajer yang juga memberi perintah kepada supervisor di bawahnya yang juga akan memberi perintah kepada staf atau karyawan. Di tingkat paling bawah adalah para pelanggan yang Anda harapkan merasa puas dengan produk atau layanan yang perusahaan Anda berikan sehingga mereka akan membayarnya dengan nilai sejumlah uang yang dari uang tersebut akan digunakan untuk membiayai kantor Anda bekerja.

Tujuan dari setiap level tersebut adalah melayani level di atasnya. Dalam organisasi yang tradisional, pekerja melayani supervisor, supervisor melayani para manajer, dan semua orang pada intinya melayani direktur.

Apa yang akan terjadi pada organisasi seperti ini?
Biasanya Anda akan temui leader atau manajer Anda hanya memberi perintah. Anda akan temui manajer Anda menghadapi karyawan seakan-akan mereka adalah robot yang secara otomatis mengerjakan dan mengikuti prosedur dengan tepat dengan sendirinya. Para manajer, supervisor akan terpaku untuk sekedar mengikuti aturan, regulasi, prosedur dan rutinitas dan mengabaikan potensi setiap staf yang bekerja di bawah pengawasannya.

Leaders,
Perintah tidak sama dengan memimpin. Memimpin bukan dengan cara perintah. Leader yang memimpin tidak saja akan mendapatkan hasil yang lebih baik tapi juga membangun tim yang memiliki komitmen untuk mencapai kesuksesan di setiap target pekerjaan bahkan target hidupnya. Sehingga membudayakan “memimpin” di kalangan leader di setiap level dalam perusahaan menjadi penting.

Bagaimana caranya agar Anda dapat menciptakan budaya memimpin bukan perintah?

  OM TELOLET OM

Anda harus membalikkan segitiganya!
Dengan membalik segitiganya, akan melahirkan budaya pemimpin yang melayani.

Jika dibalik maka Anda akan melihat posisi direktur ada di level paling bawah dan pelanggan level paling atas. Direktur melayani level di atasnya yaitu manajer kemudian manajer melayani supervisornya, dan semua orang melayani pelanggan.

Pemimpin kok melayani?
Ya tentu, karena pekerjaan pemimpin sejatinya adalah melayani orang-orang yang dipimpin, bukan sebaliknya. Jika Anda sebagai leader memberikan contoh sebagai pemimpin yang melayani bukan yang minta dilayani, maka staf juga akan meneladani sikap Anda sehingga akhirnya seluruh orang akan memiliki budaya melayani yang dampaknya akan dirasakan oleh pelanggan.

“Pekerjaan pemimpin adalah memberi motivasi, menggerakkan, mengajar, membantu dan memberi perhatian kepada orang, dengan cara inilah Anda melayani.”

 

Salam Sukses Mulia
Eko S. Nugroho
Direktur Rumah Sakit Mekar Sari Bekasi
Founder & Owner VNV Mediesteti Klinik
Co-Founder Medical Preneur Institute

Keep Sharing & Inspire Your Lovable Friends