Pemimpin Bukan Problem Solver Utama

 

Kubik Leadership / Innovate For Impact

Saat saya kuliah pascasarjana di IPB tahun 2000-2003, saya mendapat ilmu bahwa pemimpin itu adalah problem solver. Tentu, saya mempraktekkan ilmu tersebut dalam banyak bidang yang saya tekuni dan alhamdulillah membuahkan banyak hasil yang luar biasa. Ketika saya memimpin, saya menjadi sumber solusi bagi anggota tim saya. Saya menjadi seorang yang seolah serba bisa memecahkan semua problem yang kami hadapi. Dan saya sangat menikmati hal itu.

Namun, dunia telah berubah dan perubahan yang terjadi pun begitu cepat. Generasi baru sebagai native digital belajar lebih cepat dibandingkan sebelumnya. Saat ada problem, pertama yang dilakukan bukan menghadap atau meminta jawaban kepada pimpinannya, mereka melakukan search ke social media. Bahan yang terkumpul, oleh mereka sebagai anggota tim diolah menjadi ide atau gagasan untuk membantu memecahkan masalah yang mereka hadapi. Mereka datang kepada pimpinan sudah membawa berbagai alternatif solusi yang bisa dipilih atau didiskusikan.

Di era sekarang, bukan zamannya lagi pemimpin sebagai problem solver. Peran pemimpin telah bergeser menjadi penggali solusi. Saat ada problem yang dihadapi, pemimpin tidak perlu merasa hebat dan berusaha terlihat sempurna dengan cara menyodorkan berbagai solusi yang bisa dilakukan. Justeru yang perlu dilakukan pemimpin adalah menantang anak buahnya mencari solusi dari berbagai problem yang dihadapi. Percayalah, anggota tim Anda akan sangat bersuka cita mencari jawabannya.

Dengan kurangnya pengalaman yang dimiliki anggota tim, boleh jadi solusi yang diberikan belum matang dan belum sesuai harapan. Nah, tugas pemimpin adalah terus menantang mereka agar berusaha lagi dan lagi mencari jawaban terbaik yang bisa mereka temukan. Anggota tim akan lebih berdaya, menambah kepercayaan diri dan meningkatkan loyalitas kepada sang pemimpin.

  Jangan Mulai Berbisnis Sebelum Menentukan "CV" Anda

Keuntungan lain, kelak akan terlahir pemimpin hebat yang bisa membawa perusahaan jauh lebih hebat dan melesat dibandingkan sebelumnya. Talenta-talenta berbakat menjadi betah bekerja di perusahaan dan tidak mudah berpindah. Sekali lagi, ini bisa terjadi apabila sang pemimpin bukan menjadi problem solver tetapi penggali solusi. Siap memulai?

 

Jamil Azzaini
CEO Kubik Leadership

 

Informasi training, coaching dan consulting: hubungi 021-29-400-100 atau 082-111-999-022

Subscribe Inspirasi Leadership Jamil Azzaini di Youtube Channel Kubik Leadership

Keep Sharing & Inspire Your Lovable Friends