Pancarkan Daya Tarik Untuk Kariermu

 

Hai kawan, apa kabar?

Kita akan ngobrolin tentang salah satu langkah kunci buat jadi Rising Star dalam Karier, yaitu Pancarkan Daya Tarik. Kenapa sih pancarkan daya tarik penting?

Pancarkan daya tarik inilah yang membuat kita jadi bersinar dan bikin para pengambil keputusan nengok. Kesempatan training untuk pengembangan kompetensi, terlibat di proyek yang bergengsi, sampai promosi karier, semua datang (selain tentunya karena rezeki yaa), karena kita udah berhasil menarik perhatian para pengambil keputusan.

Mereka bisa lihat kalo kita ga cuma sekedar ada, tapi keberadaan kita berarti. Karena kalau sekedar ada, debu juga ada di kantor. Tapi orang baru ngeh kalau debunya udah tebel. Begitu ngeh, debunya malah disingkirkan lagi.

Pancarkan daya tarik tuh kaya apa? Nah, ini bukan tentang promosi diri dengan segala cara di segala kesempatan. Hati-hati malah jadi genggeus dan disangka caper. Pancarkan daya tarik bicara tentang sesuatu yang lebih mendalam. Daya tarik adalah kesan apa yang orang lain tangkap tentang diri kita dan manfaat apa yang orang lain dapatkan dari hubungannya dengan kita. Memancarkannya, berarti secara sadar menampilkan diri yang paling bermanfaat untuk orang lain.

Terus gimana caranya untuk memancarkan daya tarik?

Pertama, coba cek, kualitas-kualitas unik apa yang asli emang ada di diri kamu dan relevan dengan karier profesionalmu. Pancarkan daya tarik ga akan optimal kalo akting. Maka penting banget untuk mastiin kalau kita nggak malah menampilkan kualitas yang bertolak belakang sama aslinya kita. Orang yang aslinya ekspresif dan blak-blakan, akan ga mudah dan natural untuk jadi kalem lembut nan tertata. Pilih mana kualitas yang mau difokuskan. Boleh 1, boleh 2, maksimal 3. Soalnya kalau kebanyakan, daya tariknya malah jadi ga ada yang kuat dan menonjol.

  Over Managed

Kedua, identifikasi manfaat spesifik apa yang bisa didapet orang yang berinteraksi dengan kita secara profesional melalui kualitas itu. Cek manfaat yang bisa didapet sama atasan, rekan kerja, bawahan, maupun organisasi secara keseluruhan. Kalau ga ketemu manfaatnya, didrop aja. Pilih yang lain. Misal nih bagi kamu, kualitas artistik dan berkelas tuh bagus banget. Tapi kantor butuhnya justru orang-orang yang fokusnya efisiensi dan fungsional.

Ketiga, pancarkan kualitas-kualitas itu dalam perilaku dan karya. Pastikan perilaku dan karya yang hadir ngasi manfaat terbaik dalam hubunganmu dengan siapapun. Yang terakhir ini butuh komitmen yang kuat. Sebab godaan untuk nurunin kualitas pasti adaaa aja. Tapi sekali kita menetapkan standar tentang siapa kita, maka meski sempat jatuh tergoda, kita akan bangkit lagi, kita belajar, dan kita bisa jadi lebih teguh kedepannya.

Selamat memancarkan daya tarikmu!

 

Dewi Ashuro
Rising Star Partner

 

Informasi training, coaching dan consulting: hubungi 021-29-400-100 atau 082-111-999-022

Keep Sharing & Inspire Your Lovable Friends