Menciptakan Pemimpin Revolusioner

Korporasi di Indonesia saat ini tengah menghadapi tantangan yang mungkin belum pernah dihadapi sebelumnya. Selain tantangan-tantangan yang bersumber dari lingkungan global, perkembangan teknologi telah menghadirkan pelaku-pelaku yang berhasil menciptakan model-model bisnis baru yang disruptive, yang membingungkan bahkan bagi penguasa pasar. Pelangganpun menginginkan layanan yang lebih cepat, lebih murah dan mudah dengan kualitas yang lebih baik. Hal-hal yang semula menjadi kekuatan korporasi seperti kepemilikan aset dalam jumlah besar, penguasaan akses pasar dan distribusi yang luas, kini tengah ditantang oleh pemain-pemain yang lebih kecil namun memiliki teknologi yang efektif.

Korporasi dituntut untuk cepat tanggap dan mampu beradaptasi dengan perubahan dan ketidakpastian. Cara baru perlu untuk terus dikembangkan, diuji, dan diterapkan dengan segera. Ini menuntut dukungan tim dengan kinerja tinggi yang mempu memunculkan gagasan dengan cepat, dan tidak hanya menunggu arahan dari pucuk pimpinan perusahaan.

Sayangnya, seringkali tim yang dimiliki belum siap menghadapi tantangan tersebut diatas. Ada dua hal yang menghambat perjuangan mereka. Pertama, mereka bekerja bersama tim yang masih memiliki budaya hanya bergerak atas petunjuk atau perintah dari atasan alias minim inisiatif. Kedua, meskipun mereka sadar perlunya memberdayakan tim, mereka sayangnya tidak menguasai keahlian praktis dalam memberdayakan tim.

Efektif atau tidaknya suatu organisasi seringkali menuntut implementasi perubahan, dimulai dari perubahan kecil yang adaptif yang bertujuan membuat organisasi mampu bertahan dan memenangkan persaingan yang kian kentara di tengah era globalisasi ini.

Untuk itu perlu seorang pemimpin revolusioner yaitu pemimpin yang membawa perubahan untuk kemajuan organisasi. Selain memiliki jiwa perubahan, siap dan peka dengan kondisi, terlebih memiliki inisiatif untuk melakukan perubahan dan perbaikan di masa yang akan datang.

  3 Prinsip Sukses Menjadi Pemimpin di PT. Pamapersada Nusantara

Pemimpin revolusioner bukanlah kepemimpinan yang reaksioner, melainkan kepemimpinan yang berwatak solutif, mampu melihat akar persoalan untuk kemudian mencari solusinya. Siap adalah kata kunci. Karena kesiapan dalam perubahan pada dasarnya menuntut fleksibilitas, inovasi dan tanggapan dari seorang pemimpin yang memiliki visi besar dalam organisasi.

Bagaimana cara menciptakan pemimpin Revolusioner?

Yang terpenting, mulailah dengan percaya.

Lebih seringlah mempercayai daripada meragukan kemampuan tim anda. Lebih banyaklah mengajukan pertanyaan ketimbang langsung memberikan jawaban. Lebih tekunlah mendengarkan daripada berbicara. Ketika mengajukan pertanyaan telah menjadikan hal biasa yang Anda lakukan, anggota tim Anda pun akan terbisa melakukan proses berfikir sebelum mereka datang kepada anda untuk meminta jawaban. Ketika solusi yang mereka sampaikan berhasil saat penerapannya, rasa percaya diri mereka akan meningkat. Dan mereka akan belajar dan mencoba sesuatu yang baru apabila solusi belum mencapai apa yang diharapkan.

Jika proses ini terus bergulir hingga semua tim Anda siap melakukan kepada anggota tim yang mereka pimpin. Berbagai ide inovasi akan terus bermunculan, perbaikan akan terjadi di berbagai bidang. Penyempurnaan sistem dan proses kerja akan terjadi terus menerus.

Hargrove menyatakan : “Coaching adalah jalan tercepat dan paling berdaya untuk mengembangkan pemimpin di setiap level.”

 

Jadi, SIAPKAH ANDA?

 

Atok R Aryanto

People Development Coach

 

***

Kubik Training, Coaching dan Consulting menghadirkan workshop coaching pada tanggal 15-16 September 2016 di The Park Lane, Kuningan Jakarta bagi Anda yang ingin menjadi sekaligus melahirkan REVOLEADER.

Daftarkan diri Anda segera untuk mendapatkan petunjuk praktis dan strategis dalam membentuk para leader yang siap menghadapi berbagai macam tantangan.

Informasi lebih lanjut hubungi (021) 29-400-100 atau 082-111-999-022.

  Kubik Coaching Kembangkan OIC Model Untuk Transformasi Perusahaan

 

Keep Sharing & Inspire Your Lovable Friends