Memilih Kader Terbaik Sebagai Leader

 

Halo Leaders,

Anda tentu memiliki keyakinan-keyakinan yang Anda jadikan kaidah dalam memimpin tim Anda. Dengan keyakinan ini Anda bersikap dan berperilaku.

Selama ini sebagai great leader, Anda tentu melakukan kaderisasi pada tim Anda untuk kemudian tiba saatnya Anda promosikan tim Anda untuk menjadi leader di departemennya. Dan ketika Anda harus memilih leader untuk tim Anda sebaiknya Anda tidak hanya mempertimbangkan keahlian teknis manajerialship yang mumpuni namun juga bagaimana keyakinan yang dimiliki calon leader yang akan Anda pilih.

Keyakinan yang benar pasti menghasilkan sikap atau perilaku yang baik. Sebaliknya, perilaku yang buruk menunjukkan adanya ketidakberesan dalam keyakinan. Tentu saja, yang keyakinannya “belum beres” sebaiknya tidak Anda jadikan sebagai leader.

Leaders, apa yang sebaiknya Anda pertimbangkan dalam memilih kader terbaik Anda sebagai leader?
5 sikap ini bisa Anda jadikan sebagai indikator:

1. Memimpin itu harus dengan kelembutan. Mengapa harus lembut? Ya, sebab pemimpin itu bahasanya mengajak, menginspirasi, memberdayakan dan menggerakkan. Maukah Anda diajak dengan kata-kata kasar? Pasti tidak mau. Sebagaimana Anda tak mau diseru dengan kata-kata kasar, orang lain pun tak mau diperlakukan demikian. Oleh karena itu, memimpin pun ada tata caranya. Ada adab-adabnya, ada seninya.

2. Rasa kasih sayang atau peduli adalah latar belakang keyakinan seorang leader. Leader memimpin karena perasaan sayang dan peduli. Peduli kepada anggota tim, peduli kepada pelanggan, peduli kepada sesama manusia. Kalau benar sayang, maka tidak wajar leader bersikap kasar. Maka, seorang leader harus lemah lembut. Anggota tim, pelanggan pada hakikatnya adalah orang-orang yang membutuhkan. Maka, leader harus berjiwa penyantun.

3. Memberi keteladanan sebelum mengajak. Keteladanan utama yang ditunjukkan tentunya sikap dan perilaku yang baik, leader harus dapat menjadi role model bagi staf yang lain. Leader menginspirasi dengan sikap dan menggerakkan dengan kata-kata yang lahir dari otentisitas sikap dan perilaku baik dalam kesehariannya.

  Leadership Readiness Gap

4. Bersikap secara proporsional. Tidak semua kasus harus disikapi dengan cara yang sama. Karena tingkat kesalahan staf biasanya berbeda satu dengan lainnya maka sikap leader terhadapnya pun berbeda. Misal, staf yang terlambat datang bekerja jangan diperlakukan sama dengan staf yang mangkir tanpa kabar. Yang bekerja sambil ngobrol tentu beda dengan yang bekerja secara serampangan.

5. Memudahkan bukan menyulitkan. Leader hadir bukan untuk mempersulit staf atau timnya. Leader hadir untuk memudahkan tim dalam mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh masing-masing anggota tim.

Hal-hal di atas adalah sedikit dari sekian banyak sikap atau perilaku positif yang harus dimiliki oleh seorang leader. Dengan memilih kader yang tepat sebagai leader, Anda sejatinya telah mempermudah tugas dan tanggung jawab Anda sebagai leader.

“Leaders don’t create followers, they create more leaders.” (Tom Peters)

 

Salam Sukses Mulia
Eko S. Nugroho
Direktur Rumah Sakit Mekar Sari Bekasi
Founder & Owner VNV Mediesteti Klinik
Co-Founder Medical Preneur Institute

Keep Sharing & Inspire Your Lovable Friends