Mau Menjadi Inovatif ?

Oleh Jamil Azzaini, CEO Kubik Leadership

Di era disruptif saat ini ada dua pilihan: inovatif atau mati. Orang yang sudah hidup di atas rata-rata pun perlu semakin inovatif apalagi yang rata-rata dan di bawah rata-rata. Begitu pula perusahaan besar yang tidak inovatif bersiap keluar dari kompetisi atau gulung tikar. Clayton Cristensen, seorang pakar bisnis dari Harvard menyatakan “perusahaan yang sering tersandung dalam era disruptive justeru perusahaan yang sudah mapan. Mereka gagal berinovasi secara cepat.”

Kabar baiknya, kemampuan inovatif ternyata bisa dilatih dan dikembangkan. Menurut penelitian Insead Business School, ada lima keahlian yang perlu dilatih agar seseorang menjadi inovatif. Pertama, associating. Berlatihlah untuk menghubungkan titik-titik yang terpisah menjadi satu ide yang inovatif. Steve Jobs mengatakan “connecting dot” hidup itu menghubungkan satu titik dengan titik lainnya. Sesuatu yang semula terlihat berdiri sendiri namun bisa dipadukan menjadi satu kekuatan yang dahsyat.

Kedua, observing. Biasakan untuk melakukan pengamatan secara mendalam dan intensif terhadap sekitar. Nadiem Makarim mengamati trend teknologi dan kebutuhan masyarakat sekitar menghasilkan aplikasi Go-jek yang sangat fenomenal dan mampu memudahkan persoalan yang dihadapi orang.

Ketiga, experimenting. Berlatihlah untuk terus melakukan uji coba, tidak perlu takut gagal. Bila ternyata belum berhasil coba lagi. Mencoba hal-hal yang baru itu menantang dan mengasyikkan. Uji coba yang gagal itu memberikan pengalaman berharga yang sangat sulit ditemukan di bangku kuliah.

Keempat, questioning. Banyaklah bertanya saat melakukan obeservasi dan uji coba. Orang yang banyak bertanya dan tidak malu bertanya akan lebih kreatif dibandingkan orang yang enggan bertanya. Ajukan pertanyaan-pertanyaan yang powerful maka hal-hal baru akan banyak bermunculan. Rasa ingin tahu dan kritis terhadap satu hal akan mengasah daya inovasi kita.

  Lesatkan Karir Anda

Kelima, networking. Bersosialisasilah dengan banyak orang yang beragam latar belakang dan profesinya. Diskusi-diskusi ringan dan non formal akan mengundang ide-ide baru yang semula belum terpikirkan. Jangan menjadi orang yang “kuper” alias kurang pergaulan. Perluas terus jejaring Anda.

Mau semakin inovatif? Coba praktekkan secara kontinyu lima hal tersebut di atas.

 

****

Kubik Leadership, perusahaan konsultan SDM terkemuka di Indonesia yang telah membantu lebih dari 150 perusahaan termasuk diantaranya perusahaan Fortune 100 Indonesia, akan menyelenggarakan sebuah Interactive Strategic Workshop selama satu hari untuk Anda, para Top Corporate Leaders, dengan tema:

“Building a Culture of Innovation through Gamification”
Hari Kamis, 3 November 2016 di Hotel Ritz Carlton Kuningan, Jakarta

Fasilitator Workshop: Jamil Azzaini (Co-Founder & CEO Kubik Leadership), Indrawan Nugroho (CEO Cipta Innovation Consulting), Stuart Lloyd (Chief Hothead at Hotheads Innovation) dan Eko Nugroho (CEO & Lead Game Designer Kummara)

Ini adalah workshop yang langka dan satu-satunya di Indonesia. Informasi dan pendaftaran silakan hubungi 081310430833 (Dwi), 082111999022 (Kubik) atau kunjungi www.kubik.co.id/innovation

Keep Sharing & Inspire Your Lovable Friends