Leadership Readiness Gap

Saat ini korporasi berhadapan dengan dunia yang mengalami perubahan sangat cepat, kian tak pasti, dan semakin kompleks. Terminologi yang biasa kita pakai adalah VUCA yakni akronim dari Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity.

Perkembangan teknologi telah menghadirkan pelaku-pelaku yang berhasil menciptakan model-model bisnis baru yang disruptive, yang membingungkan bahkan bagi penguasa pasar. Pesaing seolah-olah datang dengan tiba-tiba, malah sudah bukan lagi pada industri yang sama tetapi bisa jadi dari industri yang berbeda, namun memberikan solusi dengan cara yang baru.

Pemimpin korporasi dituntut untuk cepat tanggap dan mampu beradaptasi dengan perubahan dan ketidakpastian. Cara baru perlu untuk terus dikembangkan, diuji, dan diterapkan dengan segera. Untuk itu, dibutuhkan dukungan tim dengan kinerja tinggi yang mampu memunculkan gagasan dengan cepat, dan tidak hanya menunggu arahan dari pucuk pimpinan perusahaan.

Pemimpin tidak lagi hanya mengandalkan skill manajerial seputar perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengambilan keputusan (directing), penempatan staf (staffing) dan fungsi control (controlling). Mereka juga memerlukan adanya keseimbangan peranannya dengan skill kepemimpinan. Dalam hal ini tidak hanya dibutuhkan skill kepemimpinan yang kuat, tetapi juga yang siap dan revolusioner.

Hal ini dikarenakan korporasi dalam skala besar dan menengah mengalami hambatan dalam kaderisasi pemimpin puncak. Kader pemimpin di level menengah belum siap menggantikan posisi puncak. Begitu juga pada pemimpin level menengah. Mereka juga memiliki kendala yang sama, timnya tidak siap menggantikan posisinya.

Gap pada kesiapan kepemimpinan tersebut menyebabkan stagnasi pertumbuhan usaha, karena tidak adanya terobosan dalam pengembangan dimana pemimpin masih menjalankan cara-cara lama dalam menghadapi tantangan baru.

Misalnya pada bisnis Operational Lease, jasa pelayaran dan pertambangan. Biaya operasional cenderung meningkat sedangkan harga jual produk atau jasanya cenderung melemah. Tetapi para pemimpin perusahaan masih melakukan pendekatan operasional seperti pada saat harga komoditi dan jasa seperti jaman keemasannya.

  Memilih Kader Terbaik Sebagai Leader

Gap tersebut juga menyebabkan terjadinya kehilangan momentum, karena dalam krisis pasti ada kesempatan. Misalnya kehadiran mobile internet yang terlambat dimanfaatkan oleh industri transportasi, namun justru dimanfaatkan oleh penyedia jasa aplikasi online yang memberi kemudahan dalam mendapatkan layanan sarana transportasi. Dan pada saat perusahaan transportasi mengikutinya, kondisinya sudah lewat.

Karena itu, saatnya mengukur dan mendefinisikan kesiapan kepemimpinan tim juga Anda sendiri. Setelah itu, Anda bisa mengaplikasikan program coaching untuk meningkatkan level kesiapan kepemimpinan tersebut. Baru kemudian Anda dapat merumuskan dan menentukan proses dan langkah pertama Anda dalam mewujudkan pemimpin revolusioner.

Jadi, SIAPKAH ANDA?

 

Atok R Aryanto

People Development Coach

 

***

Kubik Training, Coaching dan Consulting menghadirkan workshop coaching pada tanggal 15-16 September 2016 di The Park Lane, Kuningan Jakarta bagi Anda yang ingin menjadi sekaligus melahirkan REVOLEADER.

Daftarkan diri Anda segera untuk mendapatkan petunjuk praktis dan strategis dalam membentuk para leader yang siap menghadapi berbagai macam tantangan.

Informasi lebih lanjut hubungi (021) 29-400-100 atau 082-111-999-022.

-022

Keep Sharing & Inspire Your Lovable Friends