Kiat Membangun Usaha Setelah Pensiun

 

Ketika seseorang memasuki masa pensiun, banyak hal yang perlu dipersiapkan secara matang agar tidak menjadi beban di kemudian hari, termasuk dalam hal finansial. Robert T. Kiyosaki dalam bukunya Rich Dad, Poor Dad menyatakan ada 4 kuadran profesi untuk menambah pendapatan seseorang. Namun, hanya 3 profesi yang memungkinkan untuk dijalani seseorang di masa pensiun, yaitu menjadi seorang Business Owner, Self Employee atau Investor.

Business Owner sebagai pemillik usaha bekerja menggunakan tenaga orang lain. Ia hanya perlu membangun sistem dan tim yang bisa membuatnya bekerja lebih sedikit dan menghasilkan lebih banyak. Self Employee bekerja untuk diri sendiri sehingga ia mendapatkan ‘kebebasan’ dalam bekerja, namun pendapatan yang ia hasilkan tentunya sesuai dengan keahlian yang dimiliki. Investor bisa mendapatkan uang tanpa ikut bekerja. Seorang investor biasanya memiliki berbagai asset seperti saham, emas dan properti.

Jika Anda memiliki tabungan pensiun yang cukup sebagai modal, Anda bisa memilih untuk membangun usaha setelah pensiun. Namun perlu diketahui, bahwa menjadi seorang pebisnis dibutuhkan mental yang sekeras baja. Karena berdasarkan riset yang dilakukan Michael E. Gerber di Amerika Serikat, dari 60% pebisnis yang bertahan, 80% diantaranya rontok di 5 tahun pertama. Jika Anda berhasil melewatinya, maka Anda akan menjadi seorang pebisnis yang sukses.

Ada 4 fondasi yang dibutuhkan dalam membangun bisnis, yaitu Pelanggan, Produk, Pasar dan Pelaksana. Dari pelanggan Anda dapat mengetahui produk seperti apa yang mereka butuhkan. Lalu berdasarkan pengetahuan itu, Anda hadirkan produk seperti yang mereka inginkan, yang tentunya memiliki keunggulan dan keunikan dibanding yang lain. Tawarkan produk tersebut di pasar yang dekat dengan pelanggan. Agar hasil yang didapatkan berlipat ganda dan bisnis semakin berkembang, Anda perlu melakukan promosi. Tunjuk tim pelaksana yang penuh komitmen dan tanggung jawab untuk mengeksekusi bisnis Anda nantinya.

  Aturan 20 Menit

Lantas, bisnis apa yang sebaiknya Anda pilih? Sebelum menjawab pertanyaan itu, Anda harus mencari tahu jenis bisnis seperti apakah yang Anda sukai, Anda kuasai, namun juga dibutuhkan oleh banyak orang. Contoh bisnis di bidang fashion misalnya busana muslin dan baju anak, di bidang automotif misalnya bengkel dan perawatan kendaraan, di bidang industri kreatif misalnya desain dan percetakan. Ingatlah bahwa seorang business owner membuat bisnis bekerja tanpa kehadirannya.

Untuk membantu karyawan menghadapi masa persiapan pensiun, Kubik Training telah merancang Retirement Preparation Training. Program pensiun ini sangat berguna bagi mereka yang belum memiliki persiapan dalam menyongsong masa purna baktinya. Jika karyawan di perusahaan Anda ingin mengikuti Retirement Preparation Training, silahkan menghubungi Mona di 0816-1615316 atau telepon ke 021-29400100. Salam SuksesMulia!

 

Info training: follow @kubiktraining_ dan like Kubik Training

Keep Sharing & Inspire Your Lovable Friends