Kegagalan Yang Sukses

 

By Indrawan Nugroho, Founder Kubik Group

Kamu mungkin pernah terjebak banyak masalah, rasanya nggak ada yang beres, ini salah, itu salah, sepertinya alam bersekongkol untuk mempersulit hidup kita. Kalau pernah, dan kamu ingin tahu gimana cara keluar dari keruwetan masalahmu itu, kamu boleh baca kisah nyata ini.

Tanggal 11 April 1970, NASA meluncurkan Apollo 13 sebagai misi pendaratan manusia di bulan yang ketiga kalinya. Tiga orang Astronot yang dikirim ke bulan dalam misi ini bernama Jim Lovell, Fred Haise, dan Jack Swigert.

56 jam setelah peluncuran, tangki oksigen Apollo 13 meledak di angkasa dan menghancurkan separuh dari pesawat. Ledakan itu sontak membuat semua orang kaget, termasuk mereka yang ada di mission control bumi di Houston, Texas.

Jim, sang komandan misi melaporkan situasi pesawat. “Oksigen berkurang dengan cepat”, “pesawat kita kehilangan daya”, “alat pengatur karbondioksida rusak”, “hampir semua alat di pesawat ini tidak ada yang berfungsi.”

Jika Anda adalah Jim, Fred, dan Jack yang terjebak dalam pesawat naas itu, bagaimana respon Anda? Panik! Jelas. Dan itulah yang terjadi. Selama beberapa saat semua orang membeku, bingung tidak tahu harus berbuat apa. Ketakutan merasuki perasaan mereka, “kita akan mati disini”.

Ditengah kepanikan itu, Gene Kranz, sang flight director di mission control bumi, mengajukan sebuah pertanyaan, “apa yang kamu punya di pesawat yang masih bekerja dengan baik?”.

Pertanyaan sederhana itu membalikkan keadaan. Jika sebelumnya semua orang, baik astronot yang ada di pesawat atau tim flight control yang ada di bumi fokus pada masalah yang mereka alami, maka pertanyaan Gene Kranz membuat mereka fokus mencari solusi.

  Leader Model Cicak

Ide liar terbesit. Sadar bahwa Lunar Module (bagian dari pesawat yang bisa dilepas dari pesawat utama untuk digunakan para astronot mendarat di bulan) masih bisa berfungsi dengan baik, maka mereka memutuskan untuk memanfaatnya sebagai kendaraan untuk kembali ke bumi.

Setelah menghitung jalur trajectory terbaik menuju bumi, mereka menyimpulkan bahwa jika mereka cukup efisien menggunakan thrust (daya dorong untuk menyetir arah laju) dari Lunar Module, maka mereka bisa memanfaatkan daya gravitasi bumi untuk membawa mereka pulang.

Bagaimana dengan masalah oksigen? Para astronot berhasil menemukan cara untuk mengkanibal beberapa komponen pesawat untuk dijadikan alat yang bisa memfilter kadar karbondioksida dan menjaga agar asupan oksigen cukup selama perjalanan.

Pada jam 12 siang, tanggal 17 April 1970, Lunar Module Apollo 13 memasuki atmosfir bumi dan mendarat di lautan pasifik selatan. Ketiga astronot selamat.

Nah, apa hikmah yang kamu dapat dari kisah nyata diatas?

Berhentilah khawatir akan apa yang kamu tidak tahu. Fokuslah pada apa yang kamu tahu.
Berhentilah mengeluhkan apa yang kamu tidak punya. Fokuslah pada apa yang kamu punya.
Berhentilah meratapi masalah yang kamu miliki. Fokus pada apa yang bisa kamu lakukan saat ini.

Niscaya, jalan keluar akan datang menampakkan dirinya.

Jadi,

Apa yang kamu tahu?
Apa yang kamu punya?
Apa yang kamu bisa lakukan saat ini?

Silakan tulis jawabannya di kolom comment sekarang.

Indrawan Nugroho
Business Innovator
CEO CIPTA Consulting
Co-founder Kubik Group

 

Informasi training: hubungi Mona di 021-29-400-100 atau 082-111-999-022

Subscribe Video Motivasi Jamil Azzaini diĀ Youtube Channel Kubik Training

Keep Sharing & Inspire Your Lovable Friends