Istri Adalah Manager & Partner

Oleh Jamil Azzaini, Direktur Kubik Group

Di tengah kesibukan kita berkarir dan berbisnis jangan lupakan juga kehidupan rumah tangga kita. Keharmonisan rumah tangga akan sangat membantu proses percepatan karir dan bisnis kita. Salah satu yang perlu menjadi prioritas adalah pasangan hidup kita, istri kita.

Wanita dinikahi bukan untuk melakukan aktifitas memasak dan mencuci. Apabila ia bisa memasak dengan rasa yang lezat itu adalah bonus, bukan kewajiban. Istri adalah manager di dalam rumah. Namanya manager seyogyanya punya staf alias anak buah maka tugas suamilah menyediakan pembantu untuk istrinya.

Seorang istri perlu memastikan bahwa keadaan dan suasana rumah nyaman bagi penghuninya. Ia akan mengusahakan dengan sekuat tenaga agar anggota keluarga betah dan kerasan tinggal di dalam rumah. Ia layaknya seorang manager. Sebagai manager, ia yang bertanggungjawab atas kerapihan, ketertiban, kebersihan dan kenyamanan rumah.

Oleh karena itu, seorang istri tidak boleh terlalu lelah melakukan pekerjaan-pekerjaan yang bersifat teknis seperti mencuci, ngepel, memasak dan sejenisnya. Sebab, tugas lain selain sebagai manager juga memerlukan energi yang besar. Apa itu? Istri juga sebagai partner bagi suami. Ia adalah teman diskusi yang cerdas dan menyenangkan bagi suami.

Tugas istri begitu berat, sungguh tidak pantas seorang suami merendahkannya. Apabila ternyata istri Anda belum sanggup berperan sebagai manager dan partner, maka tugas suamilah menyiapkan dan mendidiknya. Tanpa manager dan partner yang hebat, pertumbuhan kesuksesan dan kemuliaan dalam karir dan kehidupan Anda bisa terhambat dan tersendat.

Sebagai manager dan partner, maka perlakukanlah istri secara terhormat. Dia bukan staf atau karyawan Anda. Dia juga bukanlah pembantu Anda. Bila Anda belum punya pembantu atau mungkin pembantu tidak masuk kerja, ringankanlah dan bantulah istri Anda.

  Jadilah Pemimpin Dari Sekarang

Perlakuan kita terhadap istri akan sangat mempengaruhi perlakuan istri kepada anak-anak di rumah. Apabila kita memperlakukan istri secara terhormat maka akan berpeluang besar menghasilkan anak-anak yang percaya diri, memiliki jiwa kepemimpinan dan kemandirian. Dalam jangka panjang, anak-anak akan tumbuh ke arah hidup yang lebih bermartabat dengan karakter yang kuat.

Sudahkah di tengah kesibukan kita bekerja, kita juga memperlakukan istri sebagai manager dan partner? Renungkan dan jawablah…

 

Informasi training, coaching dan consulting: hubungi 021-29-400-100 atau 082-111-999-022

Subscribe Video Motivasi Jamil Azzaini di Youtube Channel Kubik Training

Keep Sharing & Inspire Your Lovable Friends