Inilah Akibatnya Jika Anda Enggan Mengakui Kesalahan

Kubik Leadership / Innovate For Impact
 
Pada awal tahun 1800an, di Eropa terjadi wabah yang sangat aneh yaitu tingkat kematian wanita melahirkan yang sangat tinggi, rata-rata 25 persen. Bahkan di beberapa rumah sakit ada yang mencapai 70 persen. Berbagai pengamatan dan riset dilakukan namun tidak kunjung membuahkan hasil, angka kematian wanita yang melahirkan masih tetap tinggi selama puluhan tahun.
 
Pada tahun 1843, Dr Oliver Wendell Holmes menganjurkan mencuci tangan sebagai langkah pencegahannya. Namun usulan ini tidak direspon yang memadai oleh para ahli. Pendapat ini dikuatkan oleh Dr Ignaz Semmelweis pada tahun 1850 yang mengamati bahwa tingkat kematian wanita yang melahirkan tiga kali lebih banyak terjadi pada kasus yang ditangani dokter dibanding yang ditangani oleh tenaga non-medis. 
 
Hasil pengamatannya kemudian menunjukkan bahwa para dokter tidak mencuci tangan terlebih dahulu sebelum membantu ibu melahirkan. Padahal para dokter tersebut baru saja menangani pasien lain atau bahkan baru saja mengotopsi mayat. Akibat berpendapat demikian, Dr Ignaz Semmelweis ini dikucilkan oleh rekan-rekan satu profesinya.
 
Puncaknya, dalam seminar di Academy of Medicine di Paris pada tahun 1879 Louis Pasteur berteriak lantang mengatakan bahwa “Kalian para dokterlah yang membunuh para wanita yang habis melahirkan tersebut dengan membawa mikroba mematikan dari pasien yang sakit ke wanita yang melahirkan.’’ Ternyata sumber kematian adalah para dokter sendiri. Kisah inilah yang melatarbelakangi kebiasaan mencuci tangan.
 
Ya, betapa banyak kejadian di sekitar kita dimana orang sibuk menyalahkan pihak lain padahal sumber masalahnya adalah dirinya sendiri. Biasanya karena dia merasa sudah ahli, sudah memiliki jam terbang, sudah senior, merasa ikut mendirikan perusahaan sehingga susah diajak untuk berubah. Mereka tidak sadar bahwa mereka adalah sumber masalah sebagaimana dokter di Eropa yang tidak menyadari bahwa mereka adalah sumber kematian bagi para wanita melahirkan yang ditolongnya.
 
Merasa berjasa tetapi penyebab malapetaka. Merasa hebat padahal membuat orang lain sekarat. Keengganan mengakui kesalahan membuat mereka tidak belajar. Ternyata, enggan mengaku salah itu adalah kesalahan besar yang merugikan banyak orang bahkan mengancam jiwa orang. Akuilah salah bila kita salah karena itu tidak membuat kita menjadi lebih rendah.
 

 

Keep Sharing & Inspire Your Lovable Friends