Ilmu Ngobrol

 

Ngobrol itu penting. Mau di cafe, di kantin, bahkan di group messenger atau di Socmed, orang perlu membangun percakapan.

Namun jarang yang nyadar, kalau ngobrol, bercakap-cakap, itu juga ada ngilmunya.

Yang pernah saya pelajari dari para Coaches hebat. Percakapan itu ada 3 level..

Di level pertama: “menyampaikan apa yg saya tau..”

Ini percakapan tipe: Dengerin saya ya, pokoke ini yang saya tau, kelian musti denger. Bener gaknya dari apa yang saya sampaikan itu hanya kebenaran versi saya yang penting.. Yang penting saya sampaikan.

Meski tau nya juga cuma dari googling, forwardan WA, asal saya udah “tau” ya udah itu disampaikan.
Kalau pun denger pendapat orang, itu hanya pendapat yang ngedukung apa yang saya tau saja.

Bagaimana perasaan yang muncul ketika berada dalam percakapan seperti ini? What do you think?

Di level kedua. Ini level “mempertahankan apa yang saya tau”.

Selain menyampaikan, mau denger apa posisi orang lain. Pendapat orang disimak dengan baik. Argumennya dibandingkan dengan argumennya sendiri.  Jadi tau posisi orang.

Di level ini ada “saya dan mereka”. Ini yang saya tau, beda dengan apa yang mereka tau. Di dalam benak kadang sampai dipetakan posisi lawan bicaranya. Setidaknya ada proses mendengarkan orang lain.
Dalam posisi ini mungkin akan ada perdebatan, bantah membantah. Baik halus maupun keras.

Kira-kira kalau dalam percakapan model ini, apa yang Anda rasakan? Apa yang akan Anda peroleh? What do you think?

Di level ketiga. “mencari tau apa yang saya tidak tau”.

Ini level yang beda banget. Bercakap-cakap untuk mengeksplorasi, apa yang saya belum tau. Orang di level inj bertanya, mendengar, menyimak. Dan tertarik mengetahui hal-hal baru yang semula mereka belum ketahui.

  Revoleader: Menciptakan Pemimpin Revolusioner

Gak ada kepentingan untuk membuat orang tau apa yang saya tau, karena banyak hal yang saya belum tau, dan justru saya ingin tau. Setiap akhir percakapan, mereka menjadi lebih banyak yang diketahui. Pengetahuannya bertambah.

Kira2 kalau Anda ngobrol dalam posisi demikian, apa yang akan Anda peroleh? What do you think?

Dan dari 3 level tadi, menurut Anda mana yang paling mencerahkan? Mana yang akan membuat Anda bergerak maju?

What do you think?

 

Fauzi Rachmanto
Business Owner, Coach Kubik Leadership

Keep Sharing & Inspire Your Lovable Friends