Happy Coach

Oleh Jamil Azzaini, Direktur Kubik Group

Ada seorang mahasiswa pascasarjana yang sedang mengerjakan tugas dari kampusnya bertanya kepada saya “Sebagai CEO Kubik Group, gaya atau tipe kepemimpinan apa yang bapak jalankan saat ini?” Saya termasuk orang yang tidak ingin dipusingkan dengan pengkotakan gaya atau tipe kepemimpinan. Bagi saya yang terpenting adalah tim saya happy tapi target terlampui. He…he…he…

Bila merujuk kepada model yang dikembangkan Robert Blake dan Jane Mouton (Blake-Mouton) pada awal tahun 1960, saya lebih dekat dengan tipe atau gaya Team Management. Kedua orang ini menilai tipe kepemimpinan dilihat apakah seseorang termasuk yang “task oriented” atau “people oriented.” Dari perpaduan ini muncul 5 kombinasi gaya kepemimpinan yang berbeda.

Gaya pertama adalah pemimpin yang asik kepada pekerjaannya sendiri, tidak memberikan solusi, arahan dan kontrol terhadap anak buahnya. Produktivitasnya rendah, hubungan dengan timnya juga buruk. Gaya kepemimpinan ini disebutnya Improverished management. Kalau saya menyebutnya, gaya tukang. Jabatannya pimpinan tetapi cara kerjanya tukang. Gajinya setingkat pimpinan tetapi cara kerjanya, cara kerja tukang.

Gaya kedua adalah pemimpin yang menyenangkan, asyik dan dirindukan namun hasil kerja dirinya dan timnya jauh dari target yang ditetapkan. Blake – Mouton menyebutnya Country Club Management. Kalau saya menyebutnya gaya persaudaraan. Yang penting “guyub” akur, kekeluargaan tapi hasil kerja tak bisa dibanggakan.

Gaya ketiga merupakan gaya dimana seorang pemimpin berusaha menyeimbangkan antara pencapaian hasil dan menjaga hubungan baik dengan timnya. Pemimpin model ini adalah pemimpin yang tidak terlalu dekat dengan timnya tetapi juga tidak mengarahkan dan memotivasi anak buahnya untuk mencapai target. Tipe pemimpin ini disebutnya Midle of The Road Management. Kalau saya menyebutnya: pemimpin setengah matang, hehehe.

  Manfaat Pelatihan Kepemimpinan Bagi Karyawan Telkomsel

Gaya kempat adalah gaya pemimpin yang gila target namun berjarak dengan timnya. Ia termasuk pemimpin yang otoriter oleh karena itu mereka dinamakan Authority Compliance Management. Kalau saya menyebutnya pemimpin tanpa jiwa. Kasihan anak buahnya karena sibuk kerja tapi lupa bahwa dirinya manusia yang punya jiwa, bukan mesin produksi.

Gaya kelima adalah pemimpin yang sangat dekat dan perhatian kepada timnya dan disaat yang bersamaan ia menjadi sumber energi bagi timnya untuk mencapai target yang disepakati. Tipe ini disebut sebagai team management. Kalau saya menyebutnya gaya happy coach. Timnya terus berjuang mewujudkan target dengan perasaan yang happy.

Nah, saat ini Anda termasuk pada tipe atau gaya kepemimpinan yang mana? Saran saya teruslah bertransformasi menuju gaya happy coach. Menjadi pemimpin bukan lagi beban tetapi seperti sedang menjalankan hobi yang menghasilkan serta punya tim yang solid dan saling mendukung dengan sepenuh jiwa. Asyik to?

 

Informasi training, coaching dan consulting: hubungi 021-29-400-100 atau 082-111-999-022

Subscribe Video Motivasi Jamil Azzaini di Youtube Channel Kubik Training

Keep Sharing & Inspire Your Lovable Friends