Gaya Kepemimpinan di Jalan

Oleh Jamil Azzaini, Direktur Kubik Group

Kemarin, saya berangkat dari rumah saya di Jakarta menuju Bogor untuk memberikan kuliah di Sekolah Bisnis Pascasarjana IPB. Sengaja saya memilih transportasi umum untuk merasakan hal-hal yang berbeda dari biasanya. Dari rumah ke stasiun kereta saya menggunakan jasa ojek. Turun dari kereta listrik saya naik angkutan kota (angkot) menuju kampus Pascasarjana IPB.

Usai mengajar dan menyelesaikan berbagai urusan saya pulang mengunakan jasa bus jurusan Bogor – Parung. Dan mengakhiri perjalanan dengan menggunakan ojek, tiba di rumah saya yang di Telaga Kahuripan Parung Bogor menjelang maghrib. Cara mengemudi dan mengendarai masing-masing jasa transportasi ternyata berbeda dan bisa kita jadikan pelajaran untuk memimpin tim atau perusahaan kita.

Ada gaya tukang ojek yang lincah dan cepat sampai tujuan. Cekatan mengambil celah kosong agar bisa segera sampai tujuan. Di era perubahan yang sangat dramatik seperti saat ini, seorang pemimpin perlu mampu mengambil keputusan yang cepat dan tepat demi tercapainya target tim dan visi perusahaan.

Seorang pemimpin tidak harus menonjol dan terlihat sebagaimana masinis kereta. Meski demikian, semua penumpang nyaman karena mereka yakin masinis akan membawa dan mengantarkan mereka ke tempat tujuan. Bukan hanya sampai tujuan tetapi juga tepat waktu.

Yang perlu dihindari model kepemimpinan sopir bus Bogor – Parung. Mengapa? Nyopirnya membuat hati penumpang was-was dan gelisah. Keselamatan penumpang sepertinya tidak menjadi prioritas. Meski penumpang sudah berjubel, berkeringat, sulit bergerak masih saja sang sopir menaikkan penumpang demi tercapainya setoran. Apabila ada kendaraan alternatif, saya yakin jasa transportasi ini ditinggalkan atau setidaknya tidak menjadi prioritas.

Sopir, tukang ojek atau masinis itu ibarat seorang pemimpin. Mereka yang disukai penumpang (karyawan) adalah mereka yang mampu mengantarkan penumpang ke tempatnya dengan nyaman. Sebagai pemimpin kita “wajib” memastikan bahwa kita mampu membantu karyawan mewujudkan mimpi-mimpi hidupnya. Mereka mampu meraih tujuan hidupnya dengan penuh suka cita.

  Berbisnis Sekaligus Berkolaborasi

Mari padukan antara kelincahan, kreativitas, membuat nyaman karyawan untuk terus bertumbuh, kemampuan membaca peluang dan perubahan serta tetap fokus pada tercapainya target tim dan visi perusahaan menjadi dasar kita memimpin tim, perusahaan atau bisnis kita saat ini. Sekali-kali bolehlah menggunakan gaya kepemimpinan sopir bus Bogor – Parung. Tetapi jangan terlalu sering, hehehehe.

 

Informasi training, coaching dan consulting: hubungi 021-29-400-100 atau 082-111-999-022

Subscribe Video Motivasi Jamil Azzaini di Youtube Channel Kubik Training

Keep Sharing & Inspire Your Lovable Friends