Durian Runtuh

Oleh Jamil Azzaini, Direktur Kubik Group

Pekan lalu, banyak pengalaman baru dalam kehidupan saya. Selain saya memberikan training dan seminar untuk para direksi dan pimpinan di client-client barunya Kubik, saya juga kedatangan para profesional dari Kuwait, Oman, Malaysia dan Dubai. Di hari Sabtu, rumah saya dipenuhi tamu dari Semarang, Bekasi, Jogjakarta, Bandung, Surabaya, Majalengka, Jakarta dan Lampung.

Dari perbincangan dengan mereka saya mendapat banyak hal yang mencerahkan, salah satunya adalah tentang ilmu durian runtuh. Di dalam dunia karir dan bisnis, ada tiga hal yang sering kita jumpai. Pertama, perencanaan dan strategi meraih karir atau bisnisnya sangat matang namun hasilnya buruk, ini namanya apes. Kedua, perencanaan dan strategi karir atau bisnisnya sangat matang dan hasilnya sesuai harapan, ini namanya nasib.

Ketiga, perencanaan dan strategi karir atau bisnisnya tidak jelas dan ruwet namun hasilnya bagus, ini namanya durian runtuh. Dari tiga pilihan tersebut, yang paling tidak disuka para profesional dan pebisnis adalah apes. Sementara yang membuat mereka senang dan tenang adalah pilihan kedua. Sedangkan pilihan ketiga (durian runtuh) itu mengejutkan sekaligus membahagiakan.

Memang, kita tidak boleh mengandalkan durian runtuh. Karena kejadian durian runtuh ini hanya berlangsung sekali-kali. Namun, di dunia yang berubah begitu cepat saat ini, para pakar menyebutnya VUCA (Volatail, Uncertain, Complex, Ambigue) kita sangat sulit menetapkan strategi dan perencanaan yang matang dan akurat. Jadi, durian runtuh bolehlah kita harapkan. Hehehehe.

Dan ternyata, agar kita sering mendapat durian runtuh setidaknya ada dua hal yang perlu rajin kita lakukan yaitu membangun kolaborasi dan selalu meminta pertolongan kepada Sang Pemilik Bumi. Kolaborasi itu menguatkan dan memperbanyak simpul-simpul relasi dan pergaulan serta mempercepat pemahaman kita terhadap perubahan yang sedang terjadi sehingga kita bisa segera mengubah strategi.

  Cermin Bohong

Sementara mendekat kepada Sang Pemilik Bumi (Allah swt) membuat kita tenang dan tidak merasa takut. Keyakinan bahwa Sang Maha Tahu akan memberi petunjuk dan menolong kita membuat kita tenang dan jauh dari kegelisahan. Dampaknya, keputusan apapun yang kita ambil adalah buah dari pikiran dan hati yang bersih serta matang.

Tidak baik selalu mengandalkan durian runtuh tapi bukan merupakan satu kesalahan bila kita membuat saluran agar kita bisa mendapatkan durian runtuh. Caranya? Mari kita memperbanyak kolaborasi dan berlomba mendekatkan diri kepada Sang Pemilik Bumi. Mendapat durian runtuh itu nikmat, saya sudah pernah merasakannya. Mau?

 

Informasi training, coaching dan consulting: hubungi 021-29-400-100 atau 082-111-999-022

Subscribe Video Motivasi Jamil Azzaini di Youtube Channel Kubik Training

Keep Sharing & Inspire Your Lovable Friends