Children Mind

Oleh Jamil Azzaini, CEO Kubik Leadership

Pernahkah pikiran Anda buntu? Kehabisan ide? Bingung mau ngapain lagi? Dalam bahasa anak muda “mati gaya.” Saya pernah mengalaminya. Sekali-kali bolehlah kita “mati gaya” namun bila terlalu sering itu pertanda hidup kita stagnan. Nah, bagaimana caranya agar tidak sering “mati gaya?” Jawaban singkat saya; “children mind.”

Apa itu? Berpikirlah seperti anak kecil, berpikirlah seperti pemula. Pikiran “saya tidak banyak tahu” akan membuka pikiran. Sebaliknya pikiran “saya senior” atau “saya sudah tahu” justeru membuat pikiran buntu, mandek, dan sulit menemukan hal-hal baru.  Beberapa tips sederhana berikut bisa membantu Anda semakin kreatif.

Pertama, berpetualanglah. Jangan jadi “katak dalam tempurung” jangan jadi jago kandang. Terlalu lama menekuni pekerjaan sendiri membuat kreativitas Anda mandul. Saat saya menjadi salah satu pemimpin di Dompet Dhuafa Republika, saya merasa kami adalah pemimpin pasar, merasa jagoan dan tidak perlu melakukan sesuatu yang baru.

Namun, hal itu berubah drastis, saat saya kembali dari magang di Malaysia dan beberapa tempat di Philipina. Banyak program baru yang kami luncurkan, banyak hal baru yang menyegarkan.

Termasuk dalam kehidupan pribadi, istri saya pernah berkata “mas Jamil dulu itu katrok dan kampungan.” Tetapi setelah berpetualang ke berbagai negara, bergaul dengan banyak lingkungan yang berbeda, terbuka dengan berbagai ide dan gagasan maka penampilan saya berubah. Kata istri saya “mas Jamil kini lebih menawan, berwibawa, berkharisma, muda dan bersahaja.” Hehehe, swear itu kata istri saya.

Berpetualanglah ke berbagai kota, propinsi dan negara. Berpetualanglah ke berbagai lingkungan pergaulan yang berbeda. Berpetualanglah dengan membaca buku baru yang berbeda dengan bidang yang kita tekuni. Berpetualanglah dengan bertanya kepada orang yang berilmu. Berpetualanglah dengan cara belajar sesuatu yang belum pernah kita pelajari. Ingat kata Steve Jobs “creativity is just connecting the dots.”

  Seminar Motivasi di Unilever Indonesia

Kedua, Rileks. Ingat ya, sibuk bekerja belum tentu produktif. Rutin bekerja bisa membuat kita seperti robot berbentuk manusia. Bekerja tanpa jiwa. Sengsara khan? Agar kita bisa memaknai pekerjaan kita, lakukanlah pitstop, jeda sejenak. Rileks-lah.

Rileks bisa dilakukan dengan banyak cara, nonton, berolah raga, berendam air panas, pijet di rumah, bermain dengan keluarga, berlibur dan lain sebagainya. Satu tahun sekali saya melakukan rileks besar yaitu pergi umroh. Mau bareng? Yuks Januari 2017, insya Allah saya umroh bersama Anta Umroh, milik bapak Chairul Tanjung.

Di era yang berubah begitu cepat, kita wajib semakin kreatif. Guru bisnis saya berkata “kreatif atau qoit (mati).” Lakukan dua hal di atas, maka kreativitas akan datang tanpa batas. Buktikanlah…

 

Informasi training, coaching dan consulting: hubungi 021-29-400-100 atau 082-111-999-022

Subscribe Video Motivasi Jamil Azzaini di Youtube Channel Kubik Training

Keep Sharing & Inspire Your Lovable Friends