eBook Generation Gap – Kubik

Setiap generasi tentunya memiliki perbedaan nilai, pola pikir, dan cara pandang, termasuk dalam bekerja. Lalu, bagaimana perusahaan menyikapi perbedaan antar generasi ini? Apa strateginya agar mereka dapat bekerja secara efektif di perusahaan untuk menciptakan performa tim yang luar biasa?

Untuk pertama kali dalam sejarah 4 generasi bertemu dalam dunia kerja dan bekerjasama dalam satu tim. Empat generasi tersebut adalah Baby Boomer, Generasi X, Generasi Y dan Generasi Z.

Mereka yang lahir sekitar tahun 1945–1960 disebut Baby Boomers. Yang khas dari generasi ini adalah mereka sangat mengedepankan nilai disiplin, keseriusan, dan bekerja keras. Ini dikarenakan mereka adalah generasi yang membangun kembali roda perekonomian pasca peperangan.

Kemudian, generasi yang paling cepat mandiri dan independen, generasi yang saat ini paling banyak menduduki kursi di manajemen perusahaan yaitu Generasi X (1961–1980). Pada jaman merekalah revolusi teknologi informasi dan komunikasi merebak. Ini kemudian mendorong gaya pengambilan keputusan dan komunikasi yang cenderung lebih egaliter (setara) dibandingkan generasi sebelumnya.

Selanjutnya, ada generasi yang memenuhi kursi-kursi di kantor dengan ide-ide cemerlang dan brilian, Generasi Y (1981–1995). Bagi Gen Y, tujuan menjadi sesuatu yang penting. Kecenderungan untuk memberikan kinerja gila-gilaan muncul bila mereka merasa perusahaan berkontribusi penting bagi masyarakat dan mereka menjadi bagian di dalamnya.

Last but not least, generasi Z (lahir setelah tahun 1995). Mereka merupakan generasi digital yang mahir dengan teknologi informasi. Generasi Z sangat suka berkomunikasi lewat jejaring sosial seperti facebook atau twitter. Melalui media ini mereka jadi lebih bebas berekspresi dengan apa yang dirasa dan dipikirkan secara spontan.

Mau tahu rahasianya?

Dapatkan ebooknya dengan GRATIS!

Kubik Leadership | All Rights Reserved.