Perusahan Kubik Training mempunyai 4 nilai, salah satu nilainya adalah “tumbuh”. Nilai tersebut mendorong karyawan internal maupun associate bahkan klien untuk terus bertumbuh dengan mengedepankan “to be” dan “valensi”. Saya sebagai bagian dari kubik training pun sudah terinternalisasi nilai tersebut, maka ketika ada pengumuman untuk kelas upgrading menjadi lead facilitator, saya tidak ingin mesia-siakan kesempatan ini.

Hari ini saya sebagai associate di kubik training mendapatkan pengalaman yang sangat bagus, dimana saya mendapatkan pelatihan “lead facilitator development program”, pelatihan tersebut bertujuan untuk menaikan level peran dan tanggung jawab seorang fasilitator menjadi seorang leader (lead facilitator), dimana seorang leader selain menjadi host untuk mengkondisikan kelas selama pelatihan, lead juga harus menjadi project leader, dan brand ambassador kubik training.

Be A Lead FacilitatorSaya menganalogikan seorang lead facilitator sebagai sebuah jembatan, sebuah jembatan yang menghubungkan klien, tim internal (training advisor, produksi, trainer, training officer dan pasca training) dan associate facilitator. Semua lini tersebut haruslah tersambung dengan baik, sehingga outcome dari pelatihan yang telah disepakati bersama dapat tercapai dan peserta mendapatkan impact yang diharapkan.

Fokus pelatihan hari ini adalah melakukan “class conditioning”. Saya merasa sangat percaya diri untuk mengikuti kelas pelatihan ini, karena waktu kuliah dahulu, saya rasa saya sudah sangat percaya diri untuk memberi sambutan di depan ratusan audien, audien yang berstatus mahasiswa, pihak dosen, dekanat maupun rektorat bahkan pihak pejabat pemerintah sekelas kementerian. Saya pun pernah memimpin orasi para ketua-ketua dan delegasi Lembaga Eksekutif Mahasiswa psikologi se-Indonesia untuk menyampaikan aspirasinya kehadapan publik.

Namun setelah saya maju kedepan untuk memperaktekan bagaimana melakukan sebuah class conditioning dengan standar-standar yang telah ditetapkan oleh dunia profesional. Saya merasa grogi, kurang mengatur nafas intonasi suara, belum sistematis menyampaikan intruksi, sehingga dirasa kurang merangkul peserta untuk lebih cair terhadap pelatihan.

  Pengembangan SDM di PT Universal Tekno Reksajaya 10 Desember 2015

Saya teringat qoute yang menyatakan bahwa “jika berbicara hanya sekedar bicara itu mudah, namun untuk memberikan impact dari perkataan yang telah kita ucapkan perlu usaha keras”. Usaha keras tak akan muncul jika kita terkungkung di zona nyaman yang kita tinggali, kita harus berani meninggalkan zona nyaman untuk membuat kita terus bertumbuh untuk mencapai sebuah tujuan hidup, dengan cara meningkatkan “keinginan menjadi sosok yang ahli dalam bidang tertentu (to be)” dan “menambahkan kapasitas diri (valensi)”.

Pelatihan ini adalah bentuk usaha saya untuk bertumbuh. Menjadi lead fasilitator bukan hanya sekedar pekerjaan tapi menjadi sebuah identitas.

Jakarta, 22 Maret 2015
Muhammad Yassirullah

 

Informasi training: hubungi Mona di 0816-1615316 atau 021-29400100

Subscribe Video Motivasi Jamil Azzaini diĀ Youtube Channel Kubik Training

Keep Sharing & Inspire Your Lovable Friends