4 Tips Untuk Hidup Lebih Bahagia

 

Kubik Leadership / Innovate For Impact

Kata defisit (kekurangan) biasanya digunakan untuk penggunaan anggaran atau persoalan keuangan. Namun ternyata, saat saya berdiskusi dengan anak saya, ia melontarkan istilah defisit cinta yang bermakna, merasa kurang kasih sayang, merasa kurang perhatian, merasa kurang berharga.

Orang yang mengalami defisit cinta biasanya karena ia sering dicela, dihina dan jarang mendapat apresiasi dan pengakuan dari sekitarnya. Orang ini menjadi kurang percaya diri, menganggap dirinya lemah di hadapan manusia yang lain, sering memandang banyak hal secara negatif, takut melangkah dan hal-hal negatif lain.

Apabila kita memiliki defisit cinta, itu sangat merugikan. Wajah terlihat “jutek” bicaranya ketus dan “keras” sehingga banyak orang menjauh, sering menyerah sebelum berbuat, susah melihat kebaikan atau sisi positif dari kejadian-kejadian yang menimpa hidupnya. Untuk itu, berusahalah agar kita tidak mengalami defisit cinta.

Bagi Anda yang ingin terhindar dari defisit cinta, setidaknya ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan. Pertama, hargailah diri Anda sendiri. Ingat dan catat semua kebaikan yang melekat pada diri Anda. Boleh jadi fisik Anda yang berbeda dengan yang lain. Pengalaman hidup Anda yang tidak dimiliki orang lain dan kebaikan lainnya yang pernah menghampiri Anda. Setiap orang pasti punya pengalaman khas yang hanya dia sendiri yang punya. Buatlah agar Anda jatuh cinta pada diri Anda sendiri.

Kedua, bersyukurlah setiap hari. Biasakan sebelum tidur mengingat semua kebaikan yang kita terima hari ini. Dari kesehatan diri, keluarga dan sahabat kita. Mendapatkan senyum dari anak dan orang-orang di sekitar kita. Pekerjaan yang tuntas, bertemu dengan orang baru, dapat ide atau gagasan baru, bisa telpon atau ngobrol dengan orang yang kita cintai. Dan masih banyak kebaikan lain yang setiap hari pasti kita terima. Syukurilah.

  Menghidupkan Semangat Hidup

Ketiga, bergaulah dengan banyak lapisan masyarakat. Di sekitar kita banyak komunitas dari strata sosial ekonomi yang berbeda. Bergaulah dengan mereka. Bergaul dengan orang yang nasibnya kurang beruntung membuat kita lebih mudah bersyukur atas berbagai nikmat yang sudah kita terima. Bergaul dengan orang yang lebih baik dibandingkan kita membuat kita terdorong untuk lebih berprestasi.

Keempat, biasakan memberi apresiasi. Di sekitar kita, banyak orang yang punya karya dan prestasi bersegeralah untuk mengucapkan selamat, memberi dukungan dan apresiasi positif lainnya. Jauhi kebiasaan mencela dan menghina, suburkanlah kebiasaan apresiasi meski untuk hal-hal yang terlihat kecil dan sederhana.

Mari kita jauhi defisit cinta dengan melakukan empat hal tersebut di atas. Hidup yang indah dan asyik itu bila defisit cinta menjauh dari kehidupan kita. Setuju?

 

Jamil Azzaini
CEO Kubik Leadership

 

Informasi training, coaching dan consulting: hubungi 021-29-400-100 atau 082-111-999-022

Subscribe Inspirasi Leadership Jamil Azzaini di Youtube Channel Kubik Leadership

Keep Sharing & Inspire Your Lovable Friends