4 Tips Memberi Feedback

 

Dalam video 3 MODAL AWAL MEMULAI KARIER yang saya upload sebelumnya, teman-teman bisa nemuin tentang pentingnya aktif minta feedback dari pekerjaan yang udah dilakukan. Nah, minta feedback ini sebenarnya punya soulmate, yaitu memberi feedback. Dalam membangun karier, kita akan banyak berinteraksi dengan orang lain. Aktivitas memberi feedback jadi bagian dari keseharian karena interaksi itu. Gimana caranya agar kita bisa memberi feedback dengan efektif. Silakan disimak tips berikut ini.

1. BEDAKAN MEMBERI FEEDBACK DENGAN MEMBERI PERINTAH.
Memberi feedback adalah tentang menyampaikan apa yang kita alami saat berinteraksi dengan orang lain. Misal, ‘saya senang banget dengan ide-ide yang muncul barusan.’ Atau ‘Buat saya, kata-kata kasar seperti itu menyakitkan.’ Ini yang membedakan antara feedback dengan perintah. Jadi kata-kata yang diawali dengan kamu-harus, kaya ‘kamu harus kuat!’, atau ‘kamu harusnya ngertiin aku dong!’, Itu bukan feedback. Orang tidak selalu suka diberikan perintah, tapi orang bisa lebih mudah ikut terbuka ketika ada orang yang berbagi pikiran atau perasaannya.

2. PERIKSA NIAT SAAT MEMBERI FEEDBACK.
Penting sekali menjaga ketulusan saat memberi feedback. Maka itu, periksa niat menjadi sesuatu yang sangat penting. Cek kembali apakah kita sebenarnya ingin menyalahkan, ingin menuntut, ingin mempermalukan? Atau kita memang memberikan feedback karena rasa peduli agar ia bertumbuh? Beda niat beda hasil. Meskipun pemberi feedback mungkin menyampaikan dengan cara yang keras, ketika niatnya tulus, penerima feedback akan merasakannya dan merespon feedback dengan lebih sungguh-sungguh.

3. BERILAH FEEDBACK SECARA SPESIFIK.
Feedback yang terlalu umum akan sulit dipahami. Saat kita bilang, ‘menurut saya, kamu bisa lebih baik lagi’ Orang yang kita feedback bisa saja mengangguk dengan pasti dan penuh semangat. Tapi apa iya orang tersebut bener-bener ngerti ‘lebih baik lagi’ seperti apa yang dimaksud? Saat seseorang dapat feedback untuk lebih maksimal. Bisa jadi ucapan ini malah bikin dia frustasi, karena baginya, apa yang dia lakukan sudah sangat maksimal. Dia mesti bagaimana lagi? Berbeda dengan saat bilang ‘bagi saya, inisiatif untuk nanya dan konfirmasi saat tidak tahu itu penting bisa ngerjain tugas dengan lebih maksimal.’

  Istri Adalah Manager & Partner

4. PASTIKAN MOMEN YANG TEPAT.
Dalam situasi-situasi khusus, dimana kita perlu memberikan feedback yang lebih kompleks dan serius, alangkah baiknya bila kita menanyakan dulu kesiapan orang tersebut. Dengan demikian, kita membuka ruang untuk orang yang ingin diberikan feedback untuk: membuka diri untuk mendengar feedback atau memilih untuk tidak mendengarkan feedback pada saat itu. Barangkali saat itu ia sedang tidak nyaman karena dikuasai emosi, mungkin karena ia sedang fokus untuk menyelesaikan suatu hal, atau karena alasan lainnya.

Ya itu dia 4 tips untuk memberikan feedback secara efektif. Jadi mulai sekarang, kita bisa sama-sama belajar mempraktekkannya untuk membangun hubungan yang saling bertumbuh di lingkungan kita ya, baik personal maupun profesional.

Ada yang punya tips lain dari pengalamannya memberikan feedback? Senang banget kalau teman-teman mau ikut berbagi disini.

Dewi Ashuro
Rising Star Partner
FB Page: Career Development Program with Dewi Ashuro (www.facebook.com/yourcareerpartner)

 

Informasi training, coaching dan consulting: hubungi 021-29-400-100 atau 082-111-999-022

Keep Sharing & Inspire Your Lovable Friends