3 Karakter Yang Perlu Dimiliki Leader Zaman Now

 

Kubik Leadership / Innovate For Impact

Dunia berubah, begitu pula dunia leadership berubah. Karakter seorang leader yang diperlukan saat ini sangat berbeda dengan sebelumnya. Berdasarkan diskusi saya dengan para pimpinan perusahaan yang selama ini menjadi partner Kubik Leadership dan juga perenungan saya, setidaknya ada beberapa karakter yang wajib melekat pada para leader di zaman now.

Pertama, Agile. Makna agile bukan hanya sekedar lincah atau tangkas tetapi juga, cepat, kuat dan berani. Rhenald Kasali menggambarkan agile seperti seekor Singa. Ia mengutip ungkapan dari diplomat Prancis, Maurice de Talleyrand: “Seratus kambing yang dipimpin oleh seekor singa akan jauh berbahaya ketimbang seratus singa yang dipimpin seekor kambing”.

Dunia berubah dengan kecepatan yang semakin meningkat, untuk itu diperlukan ketangkasan, kecepatan, kekuatan dan keberanian. Ia harus memiliki ambiguity acceptance, bersedia dengan lapang dada menerima ketidakjelasan, kemudian menyederhanakannya, mengerjakannya, memperbaikinya dan terus meningkatkannya menjadi lebih sempurna. Terus menerus melakukan perbaikan bahkan tidak segan-segan melakukan perubahan yang mendasar.

Apakah Anda termasuk orang atau leader yang agile? Apabila belum dan tidak mau menjadi agile, bersiaplah digantikan kids zaman now yang telah siap memimpin generasi yang sudah old dan lamban merespon perubahan.

Kedua, digital mindset. Leader zaman now, perlu menguasai digital leadership yaitu kemampuan untuk melakukan inisiatif mengembangkan teknologi menjadi sesuatu yang punya value yang tinggi. Selain itu, ia juga perlu memiliki digital capability yakni kemampuan menguasai teknologi digital.

Perkembangan yang bisa dipantau secara real time melalui social media, mendorong seorang leader perlu menguasai pengolahan informasi yang berdampak komersial. Para leader sudah harus berani melibatkan generasi milenial sebagai “penduduk asli” dunia digital dalam pengambilan keputusan strategis.

  Jauhi Penyakit 3 M

Ketiga, kolaboratif. Perkembangan teknologi tidak bisa dilawan. Apabila tak bisa dilawan maka rangkulah. Saat ini kita saling tergantung antara satu dengan yang lain, dalam kondisi seperti ini kolaborasi adalah kewajiban. Saling tergantung, saling menciptakan keuntungan. Kalau bahasa old generation dulu, win win solution.

Bisnis memang berkompetisi namun harus diimbangi dengan kolaborasi. Bahkan Apple dan Samsung yang saling berkompetisi kini mereka melakukan kolaborasi. Sesama lembaga penerbangan kini juga melakukan kolaborasi, Indonesia dan Etihad juga bekerjasama dalam pemanfaatan mileage. Sesama usaha travel saling support dan membantu melayani pelanggan  meski mereka bersaing mendapatkan pelanggan.

Jangan lupa, apabila ingin menjadi leader di zaman now, milikilah minimal tiga karakter yang paling penting yaitu agile, digital mindset dan kolaboratif.. Siap?

 

Jamil Azzaini
CEO Kubik Leadership

 

Informasi training, coaching dan consulting: hubungi 021-29-400-100 atau 082-111-999-022

Subscribe Inspirasi Leadership Jamil Azzaini di Youtube Channel Kubik Leadership

Keep Sharing & Inspire Your Lovable Friends