Success Stories

PT Bank CIMB Niaga, Tbk.

Proses merger dua bank besar, Lippo dan Niaga, menjadi CMB niaga pada tahun 2008 meninggalkan pekerjaan rumah yang tidak mudah, yaitu mensinergikan dua budaya dan cara kerja yang berbeda, serta menjamin kohesivitas kerja perusahaan. Untuk tujuan itulah kemudian manajemen CIMB Niaga menunjuk Kubik Training untuk melakukan intervensi langsung pada karyawan melalui serangkaian pelatihan yang dilakukan secara top-down, yaitu dimulai dari karyawan dengan jenjang pangkat tertinggi hingga yang terendah.

Hasil evaluasi yang dilakukan pada alumni pelatihan menunjukkan adanya peningkatan motivasi kerja dan pemahaman job desc serta tanggung jawab yang diemban dengan lebih baik. Keterbukaan antar karyawan pun menjadi lebih besar dari sebelumnya. Hal tersebut membuat kerjsama tim menajdi lebih komppak, dimana setiap permasalahan dapat diselesaikan dengan lebih baik, sehingga pekerjaan berhasil dituntaskan dengan lebih cepat dan efisien. Hal ini dibuktikan dengan berkurangnya jam lebur para teller dan customer service sebanyak 30% jika dibandingkan dengan sebelum pelatihan.

PT Holcim Indonesia, Tbk.

Pada tahun 2007, Holcim Indonesia berupaya mendongkrak kinerja perusahaan dengan menyewa jasa konsultan internasional McKinsey & Company untuk menjalankan program Organizational Performance Improvement (OPI). Ternyata program tersebut mendapat kendala yang bersumber dari aspek mindset and behaviour dari anggota tim yang terlibat. Holcim kemudian menjalin kerjasama dengan Kubik Training untuk bisa melengkapi program OPI dengan serangkaian pelatihan yang menekankan aspek mindset and behaviour.

Hasilnya adalah para anggota tim menjadi tidak hitung-hitungan dalam bekerja. Mereka bahkan siap mengalokasikan waktu kerja lebih dari biasanya walaupun tidak mendapatkan uang lembur. Motivasi mereka untuk secara total menjalankan program OPI terdongkrak naik. Dengan dukungan maksimal dari seluruh anggota tim, maka dalam dua tahun, program tersebut berhasil menyumbangkan keuntungan bagi perusahaan berupa cost-saving sebesar 40 Milyar rupiah, atau 20 kali lipat dari investasi yang ditanam.

PT Mobile-8 Telecom

Sejak mulai digunakannya teknologi EVDO di tahun 2006, Mobile-8 Telecom berkembang begitu pesat. Manajemen kemudian menugaskan Agung Dwipantara, seorang Training & Development Specialist di perusahaan tersebut, untuk bersama timnya membuat program Sales Development & Training Development yang harus diluncurkan dalam 4 bulan. Agung kemudian mengikuti productivity training yang diselenggarakan oleh Kubik. Dalam training tersebut ia berlatih berbagai teknik ampuh untuk melejitkan produktivitasnya.

Agung kemudian menggunakan kekuatan mesin kecerdasannya untuk membuat komunikasi dan koordinasi tim menjadi lebih sinergis, meningkatkan kepekaan dan kemampuannya dalam melakukan pendekatan kepada para decision maker dan mempersiapkan draft program dengan lebih baik. Hasilnya, approval program dapat berjalan dengan lebih lancar. Sehingga pada akhirnya, program tersebut berhasil dia luncurkan dalam jangka waktu 45 hari saja, atau 2,5 bulan lebih cepat dari yang ditargetkan perusahaan.

PT Balimuda Persada

Balimuda Persada adalah perusahaan yang bergerak dalam jasa heavy equipment dan plantation. Di tahun 2006, Balimuda hampir mengalami kebangkrutan dengan hutang usaha hingga 62 milyar rupiah. Pada masa itulah Happy Trenggono, pemilik sekaligus Direktur Utama Balimuda mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh Kubik. Berbekal ilmu dan semangat yang diperoleh dari pelatihan, Happy kemudian membangun ulang spirit dan visi perusahaan. Semua pimpinan unit kerja pun diwajibkan untuk mengikuti pelatihan Kubik.

Setiap individu karyawan didorong untuk memiliki semangat memberi yang tinggi, termasuk dalam memberikan hasil kerja yang terbaik bagi perusahaan. Happy juga menetapkan target untuk meraih omzet usaha 1 triliun rupiah di tahun 2010. Hasilnya, semangat dan sinergi kerja para karyawan di perusahaannya melonjak drastis. Saat ini (2009), Balimuda Persada berkembang pesat bahkan merambah ke bidang lain, seperti tambang batu bara. Aset perusahaan pun mencapai 3,5 trilyun rupiah, atau 3,5 kali lipat dari yang ditargetkan.